Disdukcapil Gunungkidul Sisir Warga Hingga ke Ladang

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul terus melakukan penyisiran warga yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Bahkan dinas melakukan perekaman yang dipusatkan di Balai Desa Wonosari.

”Dinas tidak membatasi berapa pun warga yang akan datang melakukan perekaman. Bahkan untuk memaksimalkan layanan, petugas menyisir warga hingga ke ladang agar warga yang memilih hak pilih dapat berpartisipasi dalam pemilu 2019,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Gunungkidul, Arisandi Purba.

Berdasarkan data di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul masih terdapat 3.200 warga belum melakukan perekaman data. Menindaklanjuti hal tersebut pada awal hingga akhir Desember sudah dilakukan perekaman sebanyak 750 orang. Dinas terus melakukan jemput bola ke rumahrumah.

Kesadaran warga untuk melakukan perekaman memang masih kurang. Terlihat dengan adanya jompo, disabilitas yang kurang memahami ketika didatangi petugas. ”Ada orang jompo yang menolak dilakukan perekaman, karena merasa sudah tua,” imbuhnya.

Dikatakan, dinas juga telah mendatangi sekolah-sekolah. Oleh sebab itu, kepala sekolah perlu berperan aktif memberikan data siswanya. Untuk program perekaman di Balai Desa Wonosari merupakan tindak lanjut Surat Edaran Mendagri agar melakukan sosialisasi maupun perekaman kepada masyarakat. ”Memang program ini serentak melakukan perekaman se Indonesia,” imbuhnya.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul Rosita menambahkan, upaya ini terus dilakukan agar warga yang sudah memiliki hak suara bisa memberikan hak pilihnya. Karenanya terus dilakukan koordinasi dengan Disdukcapil maupun KPU Gunungkidul agar nantinya data pemilih seluruhnya masuk dan tidak tercecer.

”Seluruh panwascam juga sudah dikoordinasikan agar melakukan monitoring bila ada warga yang belum melakukan perekaman e-KTP,” jelasnya. (Ded)

BERITA REKOMENDASI