Dorong Inovasi Wirausaha di Rumah, KKN UAD Gagas Ide Budidaya Lele Dalam Ember

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang tergabung dalam Tim KKN UAD Reguler-88 Unit I.A.2 mengadakan pelatihan Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) kepada sejumlah masyarakat Dusun Plembon Kidul, Logandeng, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta.

Seluruh rangkaian kegiatan dengan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan)Tedy Setiadi, M.T. ini dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan setiap hari minggu, yaitu tanggal 6, 13, dan 20 Februari 2022. Kegiatan meliputi pengenalan Budikdamber, praktik secara langsung teknik pembuatan Budikdamber, dan pengamatan perkembangan Budikdamber yang telah dilakukan.

Kegiatan ini bertempat di Balai Dusun Plembon Kidul dan melibatkan sekitar 20 warga yang tertarik dalam inovasi Budikdamber ini.

Dalam kesempatan yang baik ini, Eko Prasetyo selaku Ketua Tim KKN UAD Reguler-88 Unit I.A.2 sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan ini menuturkan, seiring dengan masih adanya Pandemi COVID-19, maka diharapkan pelatihan Budikdamber dapat mengisi waktu luang masyarakat serta dapat dijadikan sebagai ladang usaha dimasa pandemi saat ini. “Budikdamber adalah teknik pembudidayaan ikan yang mengadopsi sistem aquaponik (polikultur ikan dan sayuran),” ujarnya.

Jadi, metodenya adalah beternak ikan dan menanam sayuran dalam satu media wadah yaitu ember. Selain Ikan Lele, berbagai jenis tanaman sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, dan selada juga turut dibudidayakan.

Eko menjelaskan, meskipun mengadopsi sistem aquaponik, Budikdamber ini tidaklah sulit karena tidak memerlukan listrik untuk pompa dan filter, lahan yang luas, biaya yang mahal, dan perawatan yang rumit.

“Budikdamber ini justru memiliki banyak keunggulan, seperti hemat air, zero waste, perawatan yang mudah, dan tanpa bahan kimia sehingga ramah lingkungan,” ungkapnya.

Pembuatan Budikdamber ini, kata Eko, hanya memerlukan bahan-bahan seperti ember bekas, wadah media tanam (gelas plastik bekas), saluran air, serta ikan (lele, patin, gabus, dan gurame) dan tanaman.

“Budikdamber dapat dilakukan didaerah perkotaan, daerah kering, daerah padat penduduk, daerah terpencil serta daerah yang terkenal sulit menanam sayuran,” imbuhnya.

Eko mengharapkan, acara pelatihan Budikdamber ini menjadi inovasi baru dalam berwirausaha untuk diimplementasikan oleh masyarakat dengan mudah, praktis, dan memiliki nilai ekonomi yang bisa menambah penghasilan keluarga.

“Budikdamber ini merupakan inovasi yang menarik karena dapat dilakukan oleh keluarga yang memiliki keterbatasan lahan. Selain itu, budikdamber ini juga tidak hanya menghasilkan ikan lele, tapi juga sayur,” kata Selviana Novena Risdy Alviolita selaku Kepala Dukuh Plembon Kidul.

Menurut Hartini, salah satu warga yang hadir pada pelatihan tersebut, Budikdamber ini merupakan inovasi yang bagus untuk memenuhi nutrisi namun dapat mengurangi pengeluaran keluarga. (*)

BERITA REKOMENDASI