Dua EWS Rusak, Bukit Mongkrong Retak 40 Meter

WONOSARI, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyatakan saat ini banyak terjadi kerusakan alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) tanah longsor yang terpasang di sejumlah desa. Untuk itu pihak Pemerintahan Desa diimbau untuk melakukan perbaikan dengan menggunakan dana swadaya.

Tindakan cepat sangat penting dilakukan agar peralatan tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya yaitu memberikan peringatan kepada warga masyarakat manakala akan terjadi bencana longsor. “Ada dua EWS di Desa Tegalrejo dan Desa Watugajah mengalami kerusakan pada aki. Sisa 28 yang terpasang kami pantau masih normal tidak ada kerusakan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Drs Edy Basuki MSi, Minggu (9/12).

Selain kerusakan EWS, BPBD juga menemukan adanya satu titik yang tingkat kerawanan terhadap bencana longsor sangat tinggi lantaran telah terjadi keretakan tanah. Dua EWS yang rusak dan tidak berfungsi tersebut terdapat di Desa Tegalrejo dan di Desa Watugajah Kecamatan Gedangsari.

Terkait kerusakan peralatan tersebut. BPBD berharap pihak desa mampu melakukan perbaikan agar kerusakan yang terjadi bisa dilakukan perbaikan secara swadaya, pasalnya secara geografis untuk wilayah Gedangsari memang mendapatkan perhatian khusus karena sebagian wilayah permukiman warga rawan longsor. Bahkan dari hasil pemetaan salah satu titik ditemukan berpotensi mengalami longsor. 

"Retak selebar 5-10 cm sepanjang 40 meter kita temukan di Dusun Mongkrong, Sampang, Kecamatan Gedangsari,” imbuhnya.

Terpisah, Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi SH MSi menyatakan bahwa EWS sangat penting dipasang di wilayahnya, mengingat Kecamatan Patuk terutama di bagian utara termasuk dalam wilayah rawan longsor. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI