Edukasi Kesehatan Bagi Kelompok Rentan dan Lansia

Editor: Ivan Aditya

PLAYEN, KRJOGJA.com – Kemunculan varian baru Omicron menyebabkan tren kasus positif Covid-19 di berbagai wilayah Indonesia kembali mengalami lonjakan signifikan. Oleh sebab itu, antisipasi pemerintah dalam mempercepat program vaksinasi booster (lanjutan) Covid-19 gratis khususnya bagi kelompok rentan dan lansia.Dalam upaya mendukung program pemerintah tersebut, Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yaitu apt Lolita MSc dan apt Azis Ikhsanudin MSc berkolaborasi dengan Posyandu Lansia Mangga Plembutan Barat, serta Puskesmas 2 Playen, Gunungkidul.

Kegiatan edukasi kesehatan dengan topik ‘Strategi Menangkal Infeksi Berbagai Varian Baru Covid-19’. Pelaksanaan edukasi kesehatan ini digelar secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, bertempat di Balai Padukuhan Plembutan Barat, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (16/02/2022).

Menurut Lolita, kewaspadaan harus ditingkatkan karena varian baru Omicron ini memiliki sifat penularan yang lebih cepat dibandingkan varian-varian sebelumnya. “Walaupun sebagian besar pasien yang terinfeksi bergejala ringan, namun varian Omicron dapat pula menyebabkan risiko infeksi ulang, komplikasi bahkan kematian terutama bagi kelompok komorbid, rentan, lansia baik yang belum maupun sudah divaksinasi dosis kedua,“ ujar Lolita, Kamis (17/02/2022).

Sedangkan Azis Ikhsanudin, dosen Farmasi UAD menyampaikan terkait efektivitas vaksinasi Covid-19 booster (lanjutan) untuk melindungi tubuh terhadap infeksi varian baru SAR-CoV-2. Jumlah antibodi yang terbentuk setelah dosis 1 dan 2 akan menurun, sehingga dibutuhkan dosis lanjutan untuk memperkuat kembali kekebalan tubuh terutama bagi kelompok rentan dan lansia.

“Kelompok tersebut harus didorong untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak fisik, serta siap jika sewaktu dijadwalkan untuk memperoleh vaksinasi dosis ketiga,” ucapnya.

Tim edukasi juga turut membagikan hand sanitizer, poster dan leaflet serta melakukan survei terkait penerimaan vaksinasi lanjutan bagi kelompok rentan dan lansia di dusun Plembutan Barat. Data hasil survei pada 30 orang kelompok rentan dan lansia diperoleh 93.3% dari mereka sudah menerima vaksin dosis ke-1 dan ke-2, serta 60% nya bersedia jika divaksinasi
lanjutan.

Namun demikian, terdapat kelompok lansia yang merasa khawatir terkait efek samping vaksin lanjutan Covid-19 bagi tubuh yang sudah renta. Oleh sebab itu, kegiatan edukasi kesehatan sebaiknya terus dilakukan secara konsisten dan masif dengan dukungan segenap elemen sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran publik terkait program vaksinasi lanjutan Covid-19. (Jay)

BERITA REKOMENDASI