Empat Pasangan Calon Pengantin Terpaksa Tunda Pernikahan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Sejumlah pasangan calon pengantin di Kapanewon Playen dan Nglipar Kabupaten Gunungkidul terpaksa menunda pernikahan meskipun jadwal pelaksanaan sudah teragendakan di Kantor Urusan Agama (KUA) di dua kapanewon setempat Minggu (25/07/2021) kemarin. Sehari menjelang akad nikah dilaksanakan pasangan calon pengantin hasil swab antigen mereka menunjukkan tersebut tidak bisa menunjukkan hasil pemeriksaan bebas Covid-19 lantaran hasil rapid test antigen dinyatakan positif Covid-19.

“Karena syarat tidak bisa terpenuhi akhirnya mereka menunda pelaksanaan nikah,” kata Kepala Kemenag Gunungkidul, Saíban Nuroni.

Menurutnya dengan adanya kebijakan ini, pihaknya telah memberikan solusi terhadap beberapa calon pengantin yang saat ini dalam keadaan terkonfirmasi positif Covid-19 harus menunda akad nikah dan harus menjalani isolasi terlebih dahulu. Karena hasil swab antigen mereka memang menunjukkan hasil positif. Surat bebas covid sekarang menjadi hal yang wajib.

Berdasarkan laporan yang saat ini yang terima KUA khusus di Kapanewon Playen terdapat 4 pasangan calon pengantin yang terpaksa menunda nikah karena calon mempelainya terkonfirmadi positif Covid-19. Dalam persyaratan nikah seluruh KUA diwajibkan untuk meminta surat tersebut sebelum diselenggarakan ijab qobul dilaksanakan. “Data sementara di kapanewon Playen terbanyak dibanding kapanewon lain,” ucapnya.

Panewu Playen, Muhamad Setyawan membenarkan jika ada pasangan pengantin di wilayahnya yang terpaksa batal menyelenggarakan ijab qobul. Sebab hasil swab yang dilakukan pengantin perempuan dinyatakan positif.

Adapun di rumah mempelai perempuan sebenarnya juga sudah menyiapkan pesta perkawinan dengan ketentuan sesuai aturan PPKM yakni dalam ijab Qobul hanya diperbolehkan dihadiri sebanyak 6 orang. Untuk Kabupaten Gunungkidul, saat ini dianggap bulan baik untuk melaksanakan hajatan namun karena terkendala aturan PPKM banyak masyarakat yang patuh dan membatalkan acara hajatan. “Satgas Covid Kapanewon selalu melakukan pengawasan dan penindakan jika ada pelanggaran,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI