Enam Ekor Ternak di Gunungkidul Positif Antraks

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul mencatat sebanyak 168 ekor hewan ternak terdiri sapi dan kambing mati tidak seluruhnya akibat terserang penyakit antraks. Hanya terdapat 6 ekor dari sebanyak 168 hewan ternak yang mati akibat terpapar antraks sedang lainnya akibat berbagai penyakit dan ke6 ekor ternak mati tersebut terdiri dari sapi dan kambing yakni terjadi di Desa Gombang dan Desa Pucanganom.

”Penyebab ternak mati diantaranya keracunan pakan yang sudah terkontaminasi pupuk atau pestisida. Kemudian Ektoparasit, diare, dan kekurangan susu,” kata Kadinas DPP Gunungkidul Ir Bambang Wisnu Broto.

Selain penanganan pertama, pemerintah juga memberikan vaksinasi dan antibiotik terhadap ribuan ekor sapi maupun kambing. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit antraks yang dikhawatirkan akan semakin meluas.

Berdasarkan data terakhir memasuki pertengahan bulan ini total sapi mati ada 116 ekor dan kambing 52 ekor. Khusus ternak yang positif antraks itu hanya 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing di Dusun Ngrejek Wetan dan Kulon (Desa Gombang, Kecamatan Ponjong), dan Dusun Jenglot, Desa Pucanganom (Kecamatan Rongkop).

Angka kematian ternak secara mendadak ini terbilang kecil dibandingkan dengan populasinya di Gunungkidul. Data di DPP jumlah sapi ada 153.363 ekor, Kambing 188.160 ekor, Kambing Peranakan Etawa (PE) ada 864 ekor, dan Domba 11.002 ekor. ”Meskipun begitu upaya mengatasi penyakit antraks terus kita lakukan,” ucapnya.

Saat ini, DPP terus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan merebaknya isu antraks beberapa waktu lalu. Hingga kini pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap lokasi terdampak antraks maupun wilayah di sekitarnya.

Penanganan secara berkala dilakukan untuk mencegah penyakit yang bisa menular ke manusia itu bisa diatasi tuntas. Saat ini, lokasi tanah yang positif terpapar antraks juga sudah dilakukan pengguyuran menggunakan formalin dan dilakukan betonisasi. ”Petugas kami sudah memberikan antibiotik sebanyak 8.990 ekor hewan ternak dan untuk vaksinasi sebanyak 1.451 sapi dan kambing 3.331 ekor,” terangnya. (Bmp)

BERITA TERKAIT