Enam Kapanewon di Gunungkidul Rawan Banjir

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki MSi meminta warga yang tinggal di wilayah selatan Kapanewon Gurisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Panggang dan Purwosari mewaspadai meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Selama puncak musim penghujan ini banjir sudah terjadi di beberapa titik dari Girisubo, Rongkop, Tepus, Saptosari, Tanjungsari.

“Kewaspadaan dilakukan agar terhindar dari bahaya banjir,” katanya.

Wilayah selatan yang sebagian besar setiap kemarau kekurangan air tidak jaminan terbebas dati banjir. Jika intensitas curah hujan tinggi banjir akan terjadi terutama permukiman yang berada di daerah cekungan. Ancaman banjir untuk Kapanewon Girisubo di Kalurahan Songbanyu dan Pucung, Kapanewon Tepus di Padukuhan Bintaos, Tanjungsari di Kalurahan Kemadang, Saptosari di Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Panggang di Giriharjo dan di Purwosari di Kalurahan Giriasih.

Sejumlah titik rawan banjir ini lokasinya berada di daerah cekungan. “Berdasalkan hasil penelusuran penyebab banjir karena adanya saluran tersumbat sampah,” ucapnya.

Terjadinya bencana alam baik banjir, longsor dan angin kencang ini akibat terjadinya cuaca ekstrem pada puncak penghujan. BPBD mencatat hujan deras dalam durasi lama banyak terjadi di zona utara dan selatan.

Selama ini kasus longsor banyak terjadi di Kapanewon Patuk dan Gedangsari. Dalam minggu ini saja jumlah kejadian longsor menimpa permukiman, jalan maupun fasilitas umum sudah mencapai puluhan. “Potensi bencana alam dapat terjadi di wilayah-wilayah rawan karena itu kewaspadaan perlu dilakukan,” ujarnya.

Merilis prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG DIY perkiraan cuaca selama seminggu kedepan hujan justru dominan di wilayah utara Gunungkidul. Potensi bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu. Curah hujan dapat terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang. “Tapi tidak menutup kemungkinan juga meningkat karena memang saat ini tengah puncak musim hujan,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI