Fenomena Semburan Air Juga Terjadi di Ngawen

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Fenomena semburan air dari dalam tanah tanpa menggunakan mesin pompa, ternyata juga ditemukan di Dusun Bundelan, Tancep, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul. Dari pengakuan pemilik lahan Poniyem, peristiwa ini terjadi sejak pertengahan Juni 2019 lalu berawal dari usahanya membuat sumur bor dengan kedalaman 60 meter dan mendadak keluar semburan air dari dalam tanah. Bedanya debit air di Dusun Bundelan, Ngawen ini lebih kecil dibanding dengan yang ditemukan di Kecamatan Semin.

”Sumber air ini sudah dimanfaatkan warga sekitar untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan lahan pertanian,” kata Poniyem.

Peristiwa berawal saat pemilik lahan meminta penyedia jasa sumur bor untuk membuatkan sumur di pekarangan rumah dengan upah sebesar Rp 5 juta. Saat penggalian mencapai 60 meter mendadak menyembur air dari dalam tanah, awalnya debit air tersebut cukup besar hingga menggenangi sekitar lokasi sumur. Tetapi sejak satu bulan terakhir ini mulai terjadi penurunan debit, untuk mendapatkan satu ember kapasitas 20 liter perlu waktu sekitar 20 detik.

Tetapi lantaran kucuran air tidak pernah berhenti dapat dimanfaatkan warga yang selama ini sering dilanda kekurangan air. ”Warga sekitar sini sudah tidak lagi kesulitan air bersih,” imbuhnya.

Bahkan untuk menghindari air terbuang, sejumlah warga kemudian mengalirkan air ini ke bak-bak penampung dan sumur penduduk yang selama ini dalam keadaan kering. Semula masyarakat meminta agar warga yang memanfaatkan air ini dikenakan biaya, tetapi karena ini tidak membutuhkan sarana, air keluar dengan sendirinya tanpa bantuan mesin dan bahan bakar, pemilik sumur sepakat agar diberlakukan secara gratis. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI