‘Gamelan Literasi’ Berantas Buta Aksara Di Dusun Tangkil

WONOSARI, KRJOGJA.com – Warga Dusun Tangkil I, Desa Kemijing, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul terutama berusaia di atas 45 tahun mengalami buta aksara karena tidak menuntaskan pendidikan dasar.

Karena itu, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang terdiri dari Hanna Taqiyya Maudi (Pendidikan Luar Sekolah), Sri Wulansari (Pendidikan Luar Sekolah), Refiena Nurluthfiyani (Pendidikan Luar Sekolah), Wisnu Prawijaya (Teknologi Pendidikan) dan Aji Saputra (Pendidikan Bahasa Jawa) secara intensif mendampingi masyarakat dalam penyelenggaraan program keaksaraan menggunakan pendekatan budaya melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), yakni Program Gamelan Literasi. 

Menurut Hanna Gamelan Literasi merupakan metode pembelajaran keaksaraan lanjutan dimana warga belajar diarahkan dalam penguasaan keterampilan memainkan alat musik gamelan. Penggunaan media gamelan dilakukan karena alat musik gamelan merupakan salah satu kesenian yang cukup melekat bagi masyarakat Dusun Tangkil I. 

Gamelan literasi ini, kata Hanna selain meningkatkan kemampuan baca tulis juga sebagai wadah untuk para warga usia lanjut (lansia) agar tetap mendapatkan pendidikan, karena sejatinya pendidikan itu dimulai sejak dalam kandungan hingga liang lahat. Selain itu penggunaan alat musik gamelan juga sebagai upaya pelestarian budaya lokal.

"Mulai dari pertemuan pertama, sosialisasi, sampai pembelajaran warga belajar sangat antusias. Dalam pembelajaran pertama, kami mengenalkan dan mengajarkan Lancaran Sinau Maca. Setelah itu warga belajar diminta menghafalkan liriknya serta menuliskan kembali. Warga belajar juga dibagi kedalam dua kelompok yaitu yang menyanyikan dan yang memainkan alat musik gamelan.” Ungkap Hanna.

Pendamping lain, Aji Saputra mengungkapkan teknik penyampaian pembelajaran dengan metode Gamelan literasi dimulai dari mendengarkan, warga belajar awalnya mendengarkan materi yang disampaikan tutor. Kemudian dilanjutkan menghafal apa yang telah disampaikan tutor, membaca kembali materi yang telah diberikan, kemudian menuliskan kembali apa yang sudah disampaikan oleh tutor. 

"Pembelajaran ini diarahkan pada penguatan baca tulis yang materinya dikaitkan dengan lagu-lagu yang akan dimainkan dengan gamelan.  Warga belajar dapat dengan mudah menerima materi yang diberikan, karena media yang digunakan sudah tidak asing dilingkungannya." 

Program Gamelan Literasi ini dimulai dari tanggal 15 April 2017 untuk pendataan warga belajar, 24 April 2017 melakukan sosialisasi, dan mulai pelaksanaan pembelajaran pada tanggal 5 Mei 2017 sampai akhir Mei setiap satu minggu dua kali. Warga belajar sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran. (*)

BERITA REKOMENDASI