Gelombang Pantai Selatan Gunungkidul Normal

TANJUNGSARI, KRJOGJA.com – Pantai selatan Gunungkidul tidak terdampak gelombang
tsunami yang terjadi di Selat Sunda. Berdasar informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta tsunami di Selat Sunda tidak berdampak terhadap gelombang pantai selatan, termasuk Gunungkidul. Gelombang pantai selatan kondisi normal bahkan landai.

"Tetapi kami terus meng-apdate gelombang pantai setiap saat agar dapat mengetahui kondisinya dari jam ke jam,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edi Basuki SIP MSi, Minggu (23/12).

Hal senada juga disampaikan Sekretaris SAR Koordinator Wilayah (Korwil) II Pantai Baron Surisdiyanto, tidak ada kenaikan gelombang di Pantai Baron. Sejak pagi hingga sore gelombang pantai normal dan landai. Nelayan pantai melakukan pencarian ikan sebagaimana biasanya. Wisatawan yang datang juga dapat menikmati laut dari jarak dekat. "Tidak ada tanda-tanda dampak gelombang tsunami di Selat Sunda,” tambahnya.

Di Gunungkidul, kata Kepala BPBD Edi Basuki SIP MSi, ada bencana tanah longsor di Pedukuhan Jatibungkus, Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari. Akibat hujan lebat yang turun terus menerus, Jumat (21/12), tebing batu sepanjang 50 meter dan lebar 40 meter di belakang rumah Sumaryanto dan Ngatiran
retak dan longsor menimpa rumah bagian dapur. 

Masyarakat sudah melakukan kerja bakti memotong pohon di atas retakan dan sedang memikirkan untuk memecah batu besar tersebut agar tidak mengancam rumah penduduk. ”Tim siaga bencana sudah melakukan upaya penanganan di lokasi,” tambahnya.

Menurutnya, kesiagaan masyarakat terhadap bencana alam sementara difokuskan terhadap ancaman tanah longsor dan angin kencang. Ancaman tanah longsor terutama di Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. Sementara angin kencang potensi terjadi di semua wilayah Gunungkidul. Pencegahannya masyarakat sudah diminta untuk memangkas pohon-pohon besar yang potensi roboh jika diterjang topan. "Untuk pemangkasan pohon yang besar dan tinggi bisa minta bantuan ke pemerintah," ujarnya. (Ewi/Ded)

BERITA REKOMENDASI