Gunungkidul Bakal Ajukan Kenaikkan Status Darurat Kekeringan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengajukan draf kenaikan status darurat kekeringan kepada Bupati Gunungkidul lantaran hingga awal Desember 2019, hujan belum turun secara merata dan anggaran untuk penanggulangan kekeringan telah habis. Sedangkan bantuan air dari pihak ketiga sejak beberapa hari ini sudah mengalami penurunan, karena itu BPBD mengambil kebijakan agar usulan peningkatan status darurat kekeringan dapat memperoleh persetujuan.

”Draf tentang peningkatan status darurat kekeringan sudah kita sampaikan kepada bupati dan berharap dapat mengatasi kondisi kekurangan air saat ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki MSi.

Baca juga :

Mobil Pickup Mundur Sendiri, 'Nyemplung' Sungai Gajah Wong
Empat Wilayah Belum Ditetapkan Sebagai Kecamatan Inklusi

Diakuinya, meskipun selama ini mendapat bantuan dari pihak ketiga, namun hal itu dirasa tidak mampu mengatasi jumlah warga yang membutuhkan air. Pasalnya, dengan dana bantuan yang tersisa, dalam tiga hari ke depan, hanya mampu membiayai distribusi dua tangki air setiap hari.

Padahal data terakhir sampai saat ini terdapat 143.398 jiwa yang tersebar di 17 kecamatan yang terdampak kekeringan dan jikapun ada bantuan pihak ketiga tentu saja tidak bisa mencukupi. ”Meskipun terdapat sejumlah tempat sudah turun hujan tetapi belum mampu mengatasi kekurangan air,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajat Ruswandono mengatakan, untuk tahun 2020 pemerintah tidak akan mengandalkan dropping air untuk mengatasi sulitnya air bersih saat musim kemarau. Pihaknya berencana melakukan riset untuk mencari aliran sungai bawah tanah untuk kemudian dimanfaatkan masyarakat.

Pihaknya juga akan melakukan pemetaan air bawah tanah untuk mengetahui aliran sungai yang ada. Selama ini hanya diketahui masuk dan keluarnya sedangkan pola di mana mengalirnya belum dapat diketahui.”Saya dulu pernah menghitung saat di pertambangan kita petakan semua potensi air bersih yang berada di bawah tanah,” pungkasnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI