Gunungkidul Raih 2 Predikat Juara 1 Kalpataru Tingkat DIY

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Kabupaten Gunungkidul sukses meraih 2 predikat juara 1 penghargaan Kalpataru tingkat DIY tahun 2019. Untuk kategori ‘Penyelamat Lingkungan’ dimenangkan Kelompok Tani Ngudi Mulyo, Garotan, Bendung Kecamatan Semin. Sedangkan kategori ‘Pengabdi Lingkungan’ Juara I diraih Supardi SPd, warga Karangijo Wetan RT 03/02, Ponjong.

Penghargaan diterima saat Peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat DIY yang dipusatkan di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Hutan Tleseh, Gading Playen, Rabu (26/06/2019). Untuk kategori ‘Perintis Lingkungan’ Juara I diraih Tukimin, warga Jlegongan, Margodadi Seyegan Sleman. Kategori ‘Pembina Lingkungan’ Juara I dimenangkan Suharjiyem SPd, warga Pendulan RT 02/20 Sumberagung, Moyudan, Sleman.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan pentingnya hutan sebagai penjaga peradaban manusia dan dunia. Indonesia patut bersyukur memiliki hutan yang melimpah ruah, meskipun eksistenti hutan terancam oleh berbagai kepentingan manusia. Hutan sebagai paru-paru dunia memberikan asupan oksigen kepada seluruh penghuni dunia.

Seiring perkembangan zaman hutan dan produk oksigennya harus bertaruh dengan polusi yang dihasilkan sebagai proses kehidupan manusia dengan segala akibatnya. “Tanpa disadari polusi mengancam kehidupan manusia dan untuk itulah secara nasional kita gunakan tema, Biru Langitku Hijau Bumiku,” kata Sultan HB X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Sosial Budaya Drs Tri Mulyono MM.

Dikatakan, upaya pengendalian polusi udara perlu diimbangi dengan gerakan menanam pohon untuk menambah kapasitas reduksi polusi udara. Terkait dengan hal tersebut Kementerian Lingkungan Hidup telah menargetkan 200.000 hektare pada tahun 2019 dan fokus pada daerah-daerah yang berpotensi bencana.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan DIY Ir Sutarto menyatakan, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan berkontribusi dalam peningkatan kepedulian terhadap isu perubahan iklim dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Pada tingkat kehidupan sosial, mengurangi tingkat polusi udara yang berkontribusi terhadap perubahan iklim akan bersinggungan dengan cara berfikir masyarakat (public mindset) sampai dengan pola hidup (lifestyle patterns). “Rekayasa sosial dalam kesiapan masyarakat menuju cara berfikir dan pola hidup yang sesuai untuk menghadapi perubahan iklim perlu untuk dikembangkan secara sistematis,” ucapnya.

Adapun juara 2 dan 3 masing-masing kategori yaitu kategori Perintis Lingkungan Juara II Sarwidi warga Grogol X Parangtritis, Kretek Bantul, dan Juara III Sardiman, warga Tegal Kemuning DN II/804 RT 44/10 Tegalpanggung, Danurejan Yogyakarta. Untuk kategori Penyelamat Lingkungan Juara II Komunitas Kali Pelang, Joho Condongcatur Depok Sleman, dan juara III Kelompok Unit Manejemen Hutan Rakyat Jetis RT 06 Sendangsari, Pajangan Bantul.

Kategori Pengabdi Lingkungan Juara II Ir Paryono MP, warga Jalan WR Supratman No 50 Depok Bantul, Juara III Heru Basuki SPd Rt 03/02 Beji, Wates Kulonprogo. Kategori Pembina Lingkungan Juara II Dr Dra Purbudi Wahyuni MM warga Mican UH VII/336 RT 22/08 Giwangan Umbulharjo, Yogyakarta. Sedangkan juara III Sugiyanto, Kroco RT 21/12 Sendangsari, Pengasih Kulonprogo. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI