Gunungkidul Sudah Aman Antraks

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul membebaskan pemilik hewan ternak di wilayah endemik antraks kembali menjualbelikan sapi maupun kambing piaraan lantaran sejak terakhir vaksin hingga 20 hari tidak ada kematian ternak dan tidak muncul kasus baru antraks Kamis (05/03/2020). Untuk mengantisipasi kasus antraks muncul kembali, DPP masih terus melakukan berbagai upaya dan saat ini sudah memberikan vaksin kepada 5.496 ekor hewan ternak di antaranya untuk 1.850 ekor sapi dan 4.094 ekor kambing, dan 2 ekor domba.

”Pemberian vaksin, antibiotik dan vitamin hewan ternak yang lokasinya berada di sekitar endemik antraks sudah kami lakukan,” kata Kepala DPP Gunungkidul Ir Bambang Wisnu Broto.

Berdasarkan data, mulai tanggal 26 Desember 2019 lalu, hingga saat ini total hewan ternak yang mati ada 205 ekor terdiri dari 140 ekor sapi, 64 ekor kambing dan 1 domba. Sebagian besar mati karena keracunan makanan, radang paru, hingga trauma.

Dari ratusan hewan ternak yang mati tersebut setelah dilakukan ujilab hanya terdapat 6 ekor yang positif antraks terdiri dari 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing di Dusun Ngrejek Wetan dan Kulon Desa Gombang, Kecamatan Ponjong; dan Dusun Jenglot, Desa Pucanganom kecamatan Semanu. ”Data laboratorium hingga kini tidak ada penambahan kasus antraks di Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI