Harga Hewan Kurban Mulai Naik 20 Persen

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Isu serangan antraks terhadap hewan ternak khususnya sapi di Desa Bejiharjo, Karangmojo, tidak mempengaruhi kondisi pasar jual beli hewan khususnya sapi di Pasar Hewan Siyonoharjo, Playen Kamis (18/07/2019) kemarin. Puluhan pedagang dari luar daerah tetap berdatangan untuk membeli hewan kurban di Gunungkidul.

Dari pantauan harga di pasar, kenaikan sudah mulai terjadi. Seperti harga sapi jawa yang semula Rp 17 juta menjadi Rp 20 juta, kemudian sapi jenis lemosin atau metal yang semula Rp 20 juta menjadi Rp 25 juta. “Kenaikan harga sapi rata-rata mencapai 20 persen dan hal ini akan terus terjadi hingga menjelang Idul Adha,” kata Sugino, pedagang sapi di Pasar Siyonoharjo.

Menurutnya hewan ternak di Gunungkidul masih tetap diprimadonakan dan diburu dari daerah lain seperti Jakarta, Jawa Tengah, Bandung dan beberapa daerah di Sumatera. Selain karena harganya terjangkau, hewan ternak di Gunungkidul juga memiliki kualitas daging yang kenyal dan karena memperoleh asupan makanan yang bagus dari para peternak.

Ditambahkan salah satu pedangang ternak kambing, Sunarto, bahwa kenaikan harga kambing sudah terlihat sejak 5 hari yang lalu. Yang semula harga kambing Rp 1,5 juta naik menjadi Rp 2 juta.Tetapi jumlah pembelian belum ada kenaikan. “Kenaikan volume permintaan hewan ini diprediksi baru akan terjadi seminggu menjelang Idul Adha,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Ir Bambang Wisnubroto ketika dihubungi dalam kesempatan terpisah menjamin bahwa ternak dari Gunungkidul dalam keadaan sehat dan layak untuk dikonsumsi. Terkait dengan adanya serangan penyakit antraks khusus di daerah endimik sudah dilakukan antisipasi dengan melakukan vaksin. Sehingga ternak yang dijualbelikan nantinya sudah dalam keadaan sehat dan terbebas dari penyakit antraks. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI