Harga Hijauan Makanan Ternak di Gunungkidul Naik

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Kemarau panjang di Gunungkidul tidak hanya berdampak terhadap penyediaan air bersih, para peternak sapi dan kambing sudah lama kesulitan hijauan makanan ternak (HMT). Pasokan pakan ternak dari luar daerah juga mulai berkurang, akibatnya harga HMT pohon jagung mengalami kenaikan.

Beberapa tempat yang biasa pedagang berjualan pakan ternak, sekarang tidak selalu tersedia. Terjadi kelangkaan HMT di Gunungkidul. Sementara seikat berisi 7 pohon jagung yang sebelumnya Rp 5.000 sampai Rp 6.000 sekarang naik menjadi Rp 10.000.

”Tanaman jagung di wilayah pemasok juga banyak berkurang. Sehingga tidak bisa mengirim sesuai dengan kebutuhan,” kata Gunawan, pedagang dari wilayah Bantul.

Dikatakan, bagi peternak wilayah selatan, bebannya semakin berat. Selain harus mencukupi kebutuhan air bersih, harus membeli pakan ternak agar sapinya tidak kelaparan.

Satu ekor sapi membutuhan sekitar 4-5 ikat, jika dulu dengan uang Rp 25.000 mendapatkan 5 ikat, sekarang hanya mendapat kurang dari tiga ikat. Untuk memberikan makan seekor sapi harus keluar sekitar Rp 35.000.

Camat Semanu H Huntoro PW SH yang memantau lapangan mengaku ada kenaikan harga hijauan pakan ternak. Radiyo warga Wedi Wutah, Ngeposari, Semanu beli ke Boyolali, satu rit harganya Rp 4,5 juta, biasanya dijual laku Rp 5 juta. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI