Idul Adha Menyambung Harapan Hidup Masyarakat Tak Mampu

PAK PARJO hidup dalam keluarga tak mampu, kehidupan sehari harinya tidak cukup untuk membelikan kebutuhan pangan anak istrinya, sedangkan pak Parjo memiliki 5 anak kecil – kecil yang belum bisa mendapatkan uang, jadi semua tergantung dari usaha pak Parjo. Sementara ibu Sukirah (istri Pak Parjo) juga ikut membantu mencari uang guna meringankan beban ekonomi, tapi apa boleh buat ternyata pendapatan mereka berdua jauh dari cukup.

Musim kemarau yang mulai menyapa menyebabkan sulitnya petani bercocok tanam. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, daerah Gunungkidul secara umum adalah daerah tandus, berbukit dan bebatuan. Tak pelak lagi, masyarakatnya hanya bisa bercocok tanam ketela atau singkong, dan kacang tanah. Sedangkan di musim hujan, biasanya mereka bisa menanam jagung. Selebihnya ditanami pohon jati.

“Ekonomi masyarakat di daerah Semin ini tergolong sulit. Makan juga seadanya. Bahkan, ada yang makan hanya dengan gaplek (singkong). Saya bahagia karena saudara seiman bahagia saat Idul Adha. Tapi saya orang tidak punya, jangankan berkurban dan makan enak, makan nasi juga seadanya. Sementara saya dan keluarga sudah lupa bagaimana rasanya menikmati lezatnya daging," ungkap Parjo, Jumat (1/9/2017).

Sulitnya ekonomi di daerah ini menyebabkan mereka jarang memakan daging, terutama daging kambing dan sapi. Bahkan boleh dibilang setahun hanya sekali.

“Ya, biasanya pas Idul Adha saja. Di hari-hari lain ada, tapi sangat jarang. Itupun kalau ada warga yang mampu dan syukuran,” katanya.

Karena itu, warga sangat senang sekali jika ditahun ini mendapat hewan kurban dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Yogyakarta. Setidaknya, masyarakat bisa merasakan lezatnya daging kambing dan menambah gizi mereka.

Pada hari Idul Adha ini, Aksi Cepat Tanggap, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), bersama warga setempat melakukan penyembelihan 150 ekor kambing qurban. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap DIY Agus Budi Hariadi.

"Tahun ini Alhamdulillah kami mendapatkan amanah menyembelih 500 ekor kambing se-DIY dan hari ini sudah 150 ekor yang disembelih. Daging kambing tersebut langsung disalurkan ke sekitar 3000 penerima manfaat di 11 kecamatan, yaitu Semin, Karangmojo, Ngawen, Paliyan, Pathuk, Panggang, Tanjungsari, Girisubo, Tepus, Saptosari, dan Rongkop," ujar Agus Budi.

Kambing-kambing yang disembelih adalah hewan yang berasal dari Lumbung Ternak Masyarakat (LTM) binaan ACT di Pakem, Sleman. Agus menambahkan, berkurban melalui Global Qurban-ACT tidak hanya mendapatkan harga kambing yang ekonomis karena tidak terpengaruh oleh harga pasar. "Para pekurban juga ikut memberdayakan masyarakat," jelas Budi.

Kali ini, proses penyembelihan hewan kurban bertempat di kompleks Masjid Abu Bakar Ash Shidiq, Dusun Tahunan, Desa Bulurejo, Kecamatan Semin. Warga berharap kegiatan kurban bisa dilangsungkan setiap tahun didaerah ini, mengingat kawasan ini merupakan daerah minus yang memerlukan bantuan sesama muslim dari luar daerah. (*)

BERITA REKOMENDASI