Inovasi Forensik Kebahasaan, Jangkau Wilayah Pelosok Manfaatkan IT

Editor: Ary B Prass

WONOSARI, KRJogja.com– Pelaksanaan Sosialisasi Bahasa dalam Ranah Hukum yang diselenggarakan Balai Bahasa DIY Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi selama 3 hari di aula lantai 3 BMT Dana Insani menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Salah satunya berupa dilaksanakan Inovasi Laboratorium Forensik Kebahasaan menggunakan Media Informasi dan Teknologi (IT). Sehingga akan dapat mudah diterima masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Penyampaiannya bisa dalam bentuk edukasi melalui media animasi, kartun dan film pendek,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Dr Joni Endardi MHum, Kamis (01/07/2021).

Kegiatan sosialisasi selama 3 hari diikuti personel Polres Gunungkidul, Kodim 0730, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, Dinas Kominfo, pemkab dan perwakilan media. Diungkapkan,  pelaksanaan sosialiasi harus ditindaklanjuti sampai ke pemuda, siswa hingga seluruh lapisan masyarakat. Termasuk pendampingan forensik kebahasaan yakni ahli bahasa harus melayani secara professional.

“Serta melakukan koordinasi kegiatan bersama semua pemangku kepentingan dan dinas Kominfo Gunungkidul untuk menyasar edukasi forensik  kebahasaan. Agar penggunaan Bahasa Indoensa yang ‘sehat’ dan aman  sampai ke pelosok masyarakat di kalurahan Gunungkidul Yogyakarta,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI