Irigasi Sistem Gravitasi Segera Dikembangkan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Untuk menekan biaya operasional, Kelompok Tani (Klomtan) Ngudi Raharjo, Kedungpoh Kidul, Desa Kedungpoh, Nglipar, melakukan inovasi irigasi. Melalui sistem irigasi dengan memanfaatkan perbedaan ketinggian atau gravitasi dan sistem kapilaritas mampu menekan pengeluaran.

“Inovasi irigasi ini diciptakan nyaris tanpa adanya biaya operasional. Karena lebih murah dibanding sebelumnya. Sistem yang sebelumnya memakai pompa air, kini berinovasi dengan memanfaatkan perbedaan ketinggian. Sehingga air dapat mengalir dari sumber menuju lahan yang berjarak satu kilometer,” kata Dukuh Kedungpoh Kidul Sutejo.

Langkah ini merupakan inovasi yang dilakukan petani agar lahan yang dimiliki tetap produktif di musim kemarau. Dikatakan, sebelumnya setiap mengalirkan air dengan mesin dari Sungai Tambran diperlukan biaya kurang lebih Rp 200.000 untuk bahan bakar. Karena sekarang sudah berinovasi, hanya membutuhkan biaya ganti kran air untuk saat tertentu saja, jika mengalami kerusakan.

“Ke depan para petani bisa menanam padi dua kali, lalu dilanjut palawija atau tanaman hortikultura. Potensi air diprediksi mampu mencukupi 20 hingga 25 hektare lahan,” ujarnya.

Untuk sarana irigasi perpipaan kapilaritas itu merupakan bantuan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul. Salah satu petani Dusun Kedungpoh, Winarti menuturkan, inovasi ini mampu untuk mendukung pengolahan lahan pertanian. (Ded)

BERITA REKOMENDASI