Jadi Tersangka Korupsi JJLS, Lurah Karangawen Menghilang

Editor: Agus Sigit

WONOSARI, KRjogja.com – Polres Gunungkidul menetapkan Lurah Karangawen Girisubo, RS sebagai tersangka kasus dugaan korupsi uang ganti rugi pembebasan tanah pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) senilai Rp 5,243 miliar. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti permulaan yang cukup dan dikuatkan dari keterangan para saksi.

Para saksi itu diantaranya pamong kalurahan setempat dan diduga kuat ganti rugi lahan milik Kalurahan Karangawen yang terdampak JJLS masuk ke rekening tersangka. Dari jumlah ganti Rp 7 miliar baru Rp 1,8 miliar yang sudah ditransfer ke rekening kalurahan dan telah dimanfaatkan untuk membangun kantor yang baru. Sedangkan sisanya, Rp 5,243 miliar belum diketahui dan diduga digelapkan tersangka.

Kanit Tipikor Polres Gunungkidul, Iptu Wawan Anggoro menuturkan, kasus dugaan korupsi uang ganti rugi lahan Kalurahan Karangawen yang terdampak JJLS saat ini statusnya telah dinaikkan ke tahap penyidikan. RS telah ditetapkan menjadi tersangka, meski belum sempat diperiksa penyidik. Hal itu lantaran, yang bersangkutan tidak kooperatif dan sudah dua kali tak menghadiri panggilan pemeriksaan. Ada dugaan, tersangka saat ini menghilang.
“Dua kali yang bersangkutan kami panggil, tetapi selalu mangkir,” jelasnya.

Mngenai potensi adanya penambahan tersangka lain, Iptu Wawan menjelaskan, belum ada dan sementara ini baru satu orang. Polisi juga terus melakukan pencarian terhadap keberadaan RS. Sebab, satu bulan lalu, yang bersangkutan diketahui menghilang dan tak pernah masuk kantor.

Peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Fakultas Hukum UGM, Yuris Reza menjelaskan, ada dua modus dalam korupsi pengadaan tanah ini. Pertama, ‘mark up’ atau ‘mark down’ dari harga sebenarnya. Modus kedua, membawa kabur uang ganti rugi. Modus semacam itu cukup populer di beberapa daerah. “Uang ganti rugi masuk ke rekening pribadi yang seharusnya ke rekening kalurahan,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI