Jaga Warga Dukung Keistimewaan, Tangani Masalah Sosial

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Keberadaan kelompok jaga warga sangat penting dalam mendukung dan ikut menjaga keamanan di Gunungkidul. Komunikasi harus terus dibangun, baik dengan pemerintah, organisasi perangkat daerah maupun pihak terkait. Sehingga kelompok jaga warga ini akan memiliki peran di masyarakat.

“Termasuk dalam rangka menanggulangi permasalahan sosial di masyarakat. Baik itu gantung diri, perceraian hingga pernikahan dini. Pemerintah menyambut baik dan diharapkan nantinya mampu memberikan kontribusi di masyarakat,” kata Bupati Gunungkidul H Sunaryanta ketika mengukuhkan Kelompok Jaga Warga di aula Kantor Bank Daerah Gunungkidul (BDG), Rabu (15/12/2021).

Kegiatan dihadiri Kepala SatPolPP DIY, Forkopimda, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Johan Eko Sudarto dan undangan. Dalam laporannya Kepala Kesbangpol Johan Eko Sudarto menuturkan, pengukuhan jaga warga sebagai salah satu bentuk dukungan keistimewaan Yogyakarta. Karena merupakan satu perintah dari Gubernur DIY.

“Kesbangpol sudah mendampingi pembentukan kelompok jaga warga sejak 2015 hingga sekarang dan terbentuk 764 kelompok jaga warga. Nantinya jaga warga ini akan dibawah naungan Sat PolPP,” imbuhnya.

Pembentuk jaga warga ini diantaranya Kapanewon Wonosari 5 kalurahan 39 kelompok, Karangmojo 6 kalurahan 63 kelompok, Tepus 5 kalurahan 83 kelompok, Tanjungsari 3 kalurahan 39 kelompok, Saptosari 1 kalurahan 10 kelompok, Purwosari 2 kalurahan 17 kelompok. Selain itu Playen 13 kalurahan 101 kelompok, Semanu 5 kalurahan 106 kelompok, Patuk 11 kalurahan 71 kelompok, Nglipar 3 kalurahan 26 kelompok, Rongkop 6 kalurahan 77 kelompok dan Ngawen 2 kalurahan 23 kelompok. (Ded)

BERITA REKOMENDASI