Jalan Alternatif Ngalang – Gading Mulai Dioperasikan

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Proyek jalan alternatif Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari Desa Gading Kecamatan Playen sudah dioperasikan. Jalan ini selain membuka akses baru untuk dua kecamatan yang selama ini terpisahkan oleh Kali Oya, pembangunan jalan alternatif dalam rangka membuka kemacetan lewat Piyungan Patuk, dengan jalur Yogya-Prambanan-Ngalang-Gading- Logandeng- Wonosari.

“Meskipun belum tersambung sampai jalur Prambanan, dalam menyambut tahun baru 2019 ini sudah dapat mengurai jalur PatukWonosari,” kata Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos didampingi Kepala DPUPR Ir Eddy Praptono MSi.

Jalan baru itu seluruhnya akan menelan biaya sebesar Rp 115,79 miliar. Proyek terbagi menjadi tiga anggaran, untuk pembebasan tanah dibiayai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gunungkidul sebesar Rp 40 miliar.

Untuk pembangunan bagian atas jembatan Ngewot dan jalan baru sepanjang 4 km dengan lebar aspal 7,5 m, Dana Keistimewaan sebesar Rp 54,16 miliar. Sementara jalan lanjutan Jalan Gading-Wero sepanjang 2 km dengan lebar aspal 7 m anggarannya Rp 21,63 miliar.

Dampak jalan baru itu tidak hanya mengurangi kemacetan jalur tengah PiyunganPatuk-Gading-Wonosari, tetapi juga membuka ruang baru desa dan dusun yang terlewati jalur ini akan menjadi ramai dan akan tumbuh usaha-usaha baru bagi masyarakat. “Aktivitas ekonomi masyarakat yang terlewati otomatis akan meningkat,” tambahnya.

Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos menegaskan, komitmennya untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana jalan dan fasilitas masyarakat dalam mengantisipasi perkembangan pariwisata yang semakin meningkat dan meluas. Selain membuka akses baru wilayah barat dan utara juga sudah dibuat gerbang Gunungkidul lewat Kecamatan Semin, Ngawen, Rongkop termasuk terus dikerjakannya Jalur Lintas Selatan, Kecamatan Panggang – Girisubo.

“Harapannya seluruh wilayah Gunungkidul akan terfasilitasi jalur jalan yang memadai dalam rangka mewujudkan daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya,” ujarnya. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI