Jangan Hanya di Wilayah Endemik, Vaksin Antraks Agar Diperluas

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Desakan masyarakat agar Pemkab Gunungkidul  mengoptimalkan pencegahan bakteri antraks yang menyerang hewan ternak  terus mengalir. Meskipun upaya pencegahan yang dilakukan selama ini  sudah cukup baik, tetapi program vaksinasi jangan hanya dilakukan terhadap wilayah edimik dan menunggu kasus kematian ternak terjadi, tetapi propram vaksin agar diperluas di seluruh Gunungkidul. 

“Karena ini sudah dinyataka Kementerian Kesehatan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Permkab agar mengusulkan anggaran  khusus program vaksinasi antraks di seluruh Gunungkidul,” kata Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Jejaring Masyarakat Mandiri (Jerami) Rino Caroko kepada KRJOGJA.com, Senin (27/1/2020).

Dampak penyakit antraks yang sudah  dinyatakan positif di Dusun Ngrejek Kulon dan Ngrejek Wetan, Gombang Kecamatan Ponjong sudah menimbulkan keresahan masyarakat. Bahkan sudah berdampak terhadap seluruh aspek yang berkaitan dengan ekonomi, tingkat konsumsi dan perdagangan hewan ternak di Gunungkidul. 

Terkait dengan upaya  penanganan antraks, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP)  Kabupaten Gunungkidul,  berencana akan melakukan semenisasi di tanah-tanah yang dari hasil uji laboratorium  positif terpapar  antraks. Langkah ini dilakukan  agar spora dan bakteri antraks pada tanah tersebut tidak menyebar luas.terutama  di Dusun  Ngrejek Wetan dan  Ngrejek Kulon, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong.

Spora Berkembang

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Veteriner, Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan, drh Retno Widiastuti menyatakan,  jika langkah ini diambil agar spora yang berkembang di tanah tidak meluas dan membahayakan manusia di sekitar lokasi. “Dalam waktu dekat kami akan melakukan semenisasi di tanah-tanah di  Ngrejek yang dinyatakan  positif terpapar  antraks,” ucapnya. 

Sementara, peran masyarakat dalam mendukung program pemerintah Kabupaten Gunungkidul  cukup besar dan di Kecamatan Playen, Gunungkidul Paroki St Yusup Bandung meminta DPP dan Dinas Kesehatan (Dinkes)  melakukan sosialisasi pencegahan antraks berlangsung di Aula Gereja St Yusup Bandung. Sosialisasi dihadiri ratusan peserta berasal dari lingkungan administrasi Paroki. 

“Sosialisasi ini penting kita lakukan untuk mendukung Pemkab Gunungkidul dalam penanggulangan penyakit antraks,” terang  Pastor Paroki St Yusup Bandung, Playen, Gunungkidul Rm A Invaren Alpha Indriyanto Pr.(Bmp)

BERITA REKOMENDASI