Kasus Bunuh Diri di Gunungkidul Meningkat

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Kasus bunuh diri (suicide) selama 2019, hingga memasuki akhir September di Kabupaten Gunungkidul cukup tinggi dan dibanding tahun lalu dalam perhitungan bulan yang sama meningkat. Kepolisian Gunungkidul mencatat terdapat 24 warga nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri dan minum racun serangga.

Dari seluruh kasus yang terjadi, terbanyak diketahui dengan usia pelaku rata-rata berumur antara 60-90 tahun, terbanyak karena putus asa. Perbandingan angka kejadian dalam beberapa bulan ini cukup tinggi dengan rata-rata tiap bulan terjadi 2-3 kasus. ”Kita akan terus upayakan kasus gantung diri bisa ditekan,”kata Kapolres AKBP Ahmad Fuady SH SIK didampingi Kasubag Humas Iptu Polwan Eny.

Baca juga :

Ratusan Sumber Air di Gunungkidul Mengering
Kodim Gunungkidul Sedot Air Umbul Sureng Gunakan Pompa Hidram

Dari jumlah tersebut digolongkan dalam tingkat umur pelaku terbanyak pada kriteria usia antara 70- 85 tahun dan termuda berusia 35 tahun. Sementara penyebab nekat mengakhiri hidup untuk usia 70-85 tahun akibat putus asa lantaran menderita sakit tidak kunjung sembuh, sedangkan korban untuk usia produktif akibat depresi dan tekanan ekonomi.

”Berbagai upaya terus kita lakukan untuk menekan jumlah korban bunuh diri baik dengan mengoptimalkan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) maupun tokoh masyarakat,” imbuhnya.

Diakui bahwa upaya menekan terjadinya bunuh diri bukan mutlak menjadi tanggung jawab kepolisian. Karena itu pihaknya menggalang kerja sama dengan seluruh pihak. Selain dengan pemerintah kabupaten, kepolisian juga mengajak Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) untuk mencegah bunuh diri. Juga dengan Satgas penanggulangan bunuh diri bentukan Pemkab Gunungkidul.

Dilihat dari data kejadian setiap tahun jumlah kasus bunuh diri pada tahun ini cukup tinggi. Rentang waktu baru berjalan 9 bulan sudah terjadi 24 kasus dengan rata-rata tiap bulan 2-3 kasus. Padahal tahun 2018 lalu yang dinilai cukup tinggi, selama satu tahun hanya terjadi sebanyak 30-an kasus.

Dengan demikian jumlah bunuh diri tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya pada bulan yang sama tahun 2018 hanya tercatat kurang dari 21 kasus. ”Berpijak dari data itu upaya mencegah dan mengantisipasi tingginya kasus bunuh diri terus dilakukan termasuk pentingnya meningkatkan iman dan takwa terhadap para pemeluk agama,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI