Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Naik, Masyarakat Sadar Lapor?

WATES, KRJOGJA.com – Kasus kekerasan terhadap perempuan (KTP) di Kabupaten Kulonprogo naik bila dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2017 ada kasus 43, dan 2018 naik menjadi 71. Sedangkan kekerasan terhadap anak (KTA) cenderung menurun tahun 2017 sebanyak 66 menjadi 62. 

Dalam penanganan terhadap KTA dan KTP ini yang terpenting adalah merehabilitasi korban, agar jangan sampai berdampak. Kekerasan KTP tahun 2018 sebanyak 71, jenisnya adalah fisik 19, psikis 18, pencabulan 18, pemerkosaan 8, pelecehan seksual 4, penelantaran 4. Lokasi kasus rumah korban 28, rumah pelaku 17, tempat umum 16, hotel/obwis 8, rumah/kos 2. 

Sedangkan KTA 62 jenis kekerasannya yang terbanyak pencabulan 27, psikis 15, fisik 9, pelecehan seksual 5 dan penelantaran 5. Lokasi kasus di rumah pelaku 21, rumah korban 19, tempat umum11, sekolah 4, rumah/kos 4, hotel/obwis 3. 

"Berbicara angka kami akui naik, tapi kami belum bisa menganalisa apakah itu memang naik atau karena justru kesadaran masyarakat untuk melapor sekarang mulai tergugah sehingga berani melaporkan," ungkap Drs Eka Pranyata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Kabupaten Kulonprogo ketika menyampaikan materi terkait KTA dan KTP pada pertemuan antar Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA), di aula SMK Muh 1 Temon, Minggu (22/09/2019).

Menurut Eka, kekerasan terhadap anak ini pelakunya kebanyakan orang-orang yang ada terdekatnya, terbanyak dilakukan di rumah pelaku, maupun rumah korban. Si anak dengan segala kepolosannya karena ketidaktahuannya dan tidak curiga. Untuk itu mengokohkan keluarga menjadi semakin penting. 

"Sedangkan penyebab utama terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak karena faktor ekonomi, media sosial, pernikahan usia dini, lingkungan, kepribadian/kondisi psikologis yang tidak stabil, serta lainnya," jelasnya. (Wid)

BERITA REKOMENDASI