Keberhasilan Rehabilitasi Hutan Tingkatkan Kualitas Lingkungan Hidup

Editor: KRjogja/Gus

TEMON (KRjogja.com) – Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) setempat Bambang Tri Budi Harsono menegaskan, fungsi utama penanaman mangrove adalah konservasi, untuk menahan abrasi. Ketika tanaman tersebut berkembang dengan baik maka menjadi tempat singgahnya biota laut dan satwa-satwa tertentu. Nilai positif lainnya jika hutan mangrove dikelola secara baik maka akan menjadi destinasa wisata unggulan yang bisa meningkatkan kesejahteraan kelompok masyarakat.

Seperti halnya Objek Wisata (obwis) Hutan Mangrove di Pantai Pasir Mendit dan Kadilangu Desa Jangkaran Kecamatan Temon, tiga tahun belakangan ini menjadi favorit wisatawan berkunjung. "Hutan Mangrove saat ini menjadi ikon wisata pantai di Kulonprogo, sedangkan di wilayah perbukitan menoreh ada Goa Kiskendo dan Kali Biru yang lebih dulu berkembang," jelasnya disela Tanam Mangrove Bersama pada Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Kabupaten Kulonprogo, di Kawasan Obwis) Hutan Mangrove, Pasir Mendit, Rabu (9/11).   

Menyinggung Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Kabupaten Kulonprogo, Bambang menjelaskan tujuannya, meningkatkan kesadaran sekaligus menggelorakan semangat masyarakat untuk gemar menanam dan memelihara atau merawat pohon dalam kehidupan sehari-hari. "Selain itu Yang kedua mengajak masyarakat ikut membangun ekosistem hutan sehingga kualitas lingkungan hidup menjadi semakin meningkat sekaligus memberikan kontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim global dan kerusakan lingkungan. Jadi penanaman bibit pohon berfungsi sebagai konservasi, produksi dan peningkatan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Selain penanaman bibit mangrove secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titik Soeharto dan Plt Bupati Kulonprogo Budi Antono disaksikan para Kepala SKPD terkait acara juga diwarnai penyerahan bantuan 8.000 bibit pohon mangrove oleh Dirut PD BPR Bank Pasar Kulonprogo Joko Purnomo dan peralatan mesin transplanter oleh Titik Soeharto.

Titik Soeharto mengatakan, dengan menanam satu pohon saja masyarakat telah ikut serta melestarikan bumi dan mewariskan sesuatu yang baik bagi generasi mendatang. "Jika gerakan menanam secara terus menerus dilakukan dengan jenis pohon yang tepat maka kualitas lingkungan hidup akan meningkat yang berdampak positif bagi kecukupan air bersih, ketahanan pangan dan energi terbarukan. Keberhasilan dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan akan dirasakan semua pihak," terangnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI