Kekeringan Landa 6 Kecamatan di Gunungkidul, 101.181 Warga Kekurangan Air Bersih

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Enam kecamatan di Gunungkidul mulai mengalami kekeringan. BErdasarkan data sementara, dari enam kecamatan tersebut setidaknya 1.1.181 jiwa kekurangan air bersih sehingga membutuhkan droping

Enam kecamatan yang mengalami kekeringan masing-masing Girisubo, Rongkop, Tepus, Saptosari, Paliyan dan Semanu. Dari enam kecamatan itu dua kelurahan sudah memerlukan droping yakni Pacarejo dan Dadapayu, Semanu.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki MSi mengatakan, khusus yang sudah mendesak dilakukan droping air bersih memang baru dua kelurahan sedangkan lainnya kebutuhan air masih tercukupi menggunakan air di bak penampung air hujan yang diperkirakan mampu bertahan antara 1-2 minggu. Meskipun beberapa kecamatan melaporkan data tetapi untuk pelaksanaan droping masih akan berkoordinasi dengan tim dari kecamatan di Gunungkidul.

Hal ini dilakukan untuk pembagian wilayah droping karena di kecamatan juga memiliki anggaran sehingga diharapkan penyaluran bantuan tidak tumpang tindih. ”Kita akan koordinasikan dulu. Setelah semuanya jelas bantuan akan disalurkan sesuai permintaan,” katanya.

Dijelaskan meskipun memiliki anggaran droping, mulai tahun ini kecamatan tidak bisa lagi melakukan penyaluran sendiri. Pasalnya, untuk penyaluran bantuan air bersih ini diharuskan untuk menggandeng pihak ketiga.

Penyaluran bantuan yang dikelola BPBD tetap sama dengan tahun lalu. Adapun alokasi untuk droping, BPBD mendapatkan anggaran sekitar Rp 700 juta.

Selain untuk enam kecamatan yang sudah melaporkan data kekeringan selama ini juga terdapat wilayah tertentu yang memang harus memerlukan perhatian terutama jika terjadi kemarau panjang diantaranya di Kapanewon Gedangsari yang dari sisi lokasinya membutuhkan pengemudi dan kendaraan yang harus bagus karena terkendala letak geografis. ”Karena saat ini sudah terjadi kemarau maka data dari masing-masing kapanewon terus kami update,” ucapnya.

Update terhadap wilayah kekeringan ini dilakukan dengan harapan agar seluruh masyarakat yang terdampak kekeringan bisa tersasar droping dari pemerintah. Menurut Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya di wilayahnya merupakan daerah langganan kekeringan saat kemarau. Untuk pelaksanaan droping, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 90 juta. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI