Keluarga, Sekolah dan Masyarakat, Faktor Utama Cegah Kenakalan Remaja

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – KKN UAD Kampus Mengajar #2 dilaksanakan oleh Cica Wiswanti, Oktaviani, Syifa Eka Nur Santi, Rasyida Faiz Anggina Sari, dan Intan Feranika Dewi Saputri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan, Selasa (23/11/2021). Mereka mengadakan sosialisasi tentang kenakalan remaja bekerjasama dengan Polsek Ngawen di SMPN 4 Ngawen.

Acara sosialisasi ini disampaikan oleh Kepala Polsek Ngawen AKP Parliska Febrihanoto, ST. Sosialisasi yang bertemakan mencegah kenakalan remaja dilaksanakan untuk memberikan informasi kepada siswa siswi SMPN 4 Ngawen mengenai faktor penyebab kenakalan remaja, jenis-jenis kenakalan remaja, dan pesan preventif agar siswa tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang menyimpang. Selain itu, diharapkan acara sosialisasi ini akan mampu menumbuhkan sikap yang lebih baik di dalam diri siswa siswi SMPN 4 Ngawen.

Kegiatan ini diawali sambutan oleh Mahasiswa KKN Kampus Mengajar, dan kepala SMPN 4 Ngawen Gunawan, S.Pd. M.Hum. Pada sambutannya, perwakilan mahasiswa menyampaikan latar belakang pengambilan tema ini mengingat usia remaja merupakan masa-masa yang rentan, penuh keingintahuan, dan usia yang sangat butuh bimbingan.

“Kondisi geografis sekolah perbatasan langsung dengan provinsi lain, yakni Gunung Kidul-Klaten, Jawa Tengah. Beberapa orang tua siswa juga kebanyakan adalah perantau yang bekerja ke luar kota. Sehingga sosialisasi semacam ini sangatlah dibutuhkan,” ucap Gunawan dalam sambutannya diawal acara.

Dalam pemaparannya, AKP Parliska menyampaikan bahwa faktor keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat berpengaruh akan perkembangan kepribadian anak. Sehingga anak haruslah pandai memilih tempat bergaul. Pada usia remaja, awal mula kenakalan diawali dengan pengonsumsian rokok yang dapat merambat pada pengonsumsian minuman beralkohol, penyalahgunaan narkoba yang merambat pada penyalahgunaan bahan psikotropika, serta kecanduan game online yang dapat merambat pada perkumpulan geng motor yang cenderung mengarah negatif.

“Kebiasaan anak remaja yang awalnya dianggap wajar bagi orang tua dan masyarakat, namun berjalannya waktu kebiasaan tersebut mengarahkan anak remaja untuk melakukan tindak kriminal. Seperti bermain game online yang sering dilakukan akan membuat kecanduan, dan mereka akan melakukan berbagai cara untuk bisa terus bermain game online,” jelas AKP Parliska.

Sosialisasi bertemakan kenakalan remaja ini baru pertama kali dilakukan di SMPN 4 Ngawen, dengan Kepala Polsek Ngawen sebagai nara sumbernya. Kegiatan berlangsung dengan protokol kesehatan covid-19, sehingga untuk peserta hanya perwakilan dua siswa setiap kelasnya yang diharapkan bisa menyampaikan kepada teman yang lainnya. Dengan diadakannya sosialisasi ini kami berharap mampu memberikan pemahaman kepada siswa untuk lebih selektif dalam bergaul, dan menjadi pribadi yang lebih baik.(*)

 

BERITA REKOMENDASI