Kemenag Gunungkidul Layani Pengambilan Biaya Pelunasan Haji

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Tidak adanya pelaksanaan ibadah haji tahun 2020, Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul membuka pelayanaan jamaah yang ingin mengambil biaya pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Namun demikian jika tidak diambil, menurut Kepala Kemenag Gunungkidul H Arief Gunadi MPdI akan memiliki nilai manfaat bagi jamaah. Baik manfaat pelayanan maupun operasional.

“Kemenag tetap membuka pelayanan pengambilan biaya pelunasan ibadah haji regular. Akan tetapi jika tidak diambil, juga akan memberikan nilai manfaat bagi jamaah,” kata Arief Gunadi di Wonosari, Rabu (10/06/2020).

Untuk prosedur pengambilan, jamaah mengajukan permohonan pengembalian setoran lunas secara tertulis melampirkan bukti asli setoran, buku tabungan, foto kopi e-KTP dan nomor telepon. Selanjutnya petugas akan melakukan verifikasi dan validasi data dokumen pada aplikasi.

Kemudian Kemenag kabupaten menyampaikan surat pengajuan pengembalian setoran BPIH Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU). Proses berikutnya Ditjen PHU melakukan verifikasi dan validasi data dan mengajukan kepada Badan Pengelola Keungan dan Haji (BPKH).

“Hingga BPKH memverifikasi dan menerbitkan surat sesuai nilai pembayaran. Surat tersebut diterima Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH dan petugas melakukan konfirmasi pengambilan setoran pelunasan,” imbuhnya.

Arief menambahkan, memang untuk prosedurnya harus melalui pengajuan dari Kemenag kabupaten hingga ke pusat. Oleh sebab itu, Kemenag tetap memfasilitasi bagi jemaaah yang ingin mengambil biaya pelunasan BPIH.

Namun jika tidak diambil memang ada nilai manfaat dari dana haji sebagian besar dipakai untuk operasional jemaah haji dan sebagian lainnya dikembalikan ke Jemaah. Tahun ini yang diterima jemaah secara langsung masuk rekening sebesar rata-rata Rp 430.000. (Ded)

BERITA REKOMENDASI