Klaster Hajatan Mendominasi Penularan Covid-19 Gunungkidul

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJOGJA.Com – Klaster hajatan dalam beberapa hari terakhir mendominasi kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul Selasa (15/06/2021). Selain di Panggang dan Tanjungsari kini muncul lagi klaster hajatan di Kecamatan Tepus dan diketahui hasil tracing lebih dari 40 warganya terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara kasus penularan melalui kluster hajatan juga terjadi di Kapanewon Nglipar.“Angka terkonfirmasi dalam kumulatif pada Hari Selasa (15/06/2021) mencapai 136 orang positif dan 3 meninggal dunia. Lonjakan kasus ini mencapai rekor selama pandemi saat ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes kepada KRJOGJA.Com Selasa (15/06/2021) malam.

Dengan bertambahnya klaster hajatan di Kapanewon Tepus dan Nglipar maka di Kabupaten Gunungkidul saat ini terdapat 9 kluster besar yang saat ini aktif dan menjadi fokus penanganan. Diantaranya Klaster Pabrik Tas di Bandung (Playen), Tahlilan (pelayatan) di Dengok (Playen), Hajatan di Girisekar (Panggang), Klaster Keluarga di Girisekar (Panggang), Tunangan di Karangmojo, Ponpes di Playen, Rasulan di Tanjungsari, dan yang baru adalah kluster hajatan di Kapanewon Tepus dan Nglipar. Untuk kasus penularan di tempat hajatan masing-masing lokasi mencapai 50 orang lebih terkonfirmasi positif Covi-19. “ Dari sejumlah kasus penambahan pasien positif terbanyak melakukan isolasi mandiri dalam pemantauan petugas kesehatan,” imbuhnya.

Pihaknya memperkirakan jumlah kasus positif ini masih akan terus bertambah, sebab sampai sekarang tracing terus dilakukan terhadap orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif sebelumnya. Dengan meningkatnya kasus ini pihaknya mengimbau masyarakat semakin memperketat protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Hal ini tak lain untuk mencegah terjadinya penularan yang meluas. “Penerapan protokol kesehatan harus lebih ketat dalam segala kegiatan dan aktifitas masyarakat. Jangan terlena dengan kondisi yang sempat landai, kalau tidak tertib protokol ya ditindak tegas,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho SS menambahkan bahwa Covid-19 ini memang benar-benar ada. Untuk itu dia berpesan kepada masyarakat untuk tidak mengabaikan penerapan protokol kesehatan ditengah beragam aktifitas.Terjadinya penularan dalam jumlah banyak diduga karena masyarakat mulai kendor dengan prokes. “ Dalam aktifitas apapun di luar rumah maupun di tempat umum prokes harus tetap terjaga,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI