Kualitas Air Sungai di Wonosari Menurun

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul menilai kualitas air sungai terutama di kawasan perkotaan, mengalami tren penurunan tetapi dinilai masih dalam kategori baik dari tingkat pencemarannya. Penyebab terjadinya penurunan kualitas air sungai ini karena masih banyak limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai.

”Meskipun menurun, tetapi kualitas air sungai masih memenuhi standar mutu baik yang ditetapkan,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Aris Suryanto.

DLH Gunungkidul memantau bahwa limbah yang semakin banyak tersebut berupa sampah, deterjen, hingga kotoran hewan. Menurut Aris, hal semacam ini tentunya tak hanya mengotori sungai namun juga menurunkan kualitas air sungai.

Terkait dengan hal tersebut, DLH secara rutin melakukan pemeriksaan kualitas air sungai dan dilakukan pemeriksaan laboratorium terkait kandungan-kandungannya sehingga kemudian bisa ditentukan standar kualitas air sungai. ”Indeks kualitas air sungai di Kabupaten Gunungkidul saat ini mencapai angka 34,17 dan masuk dalam kategori baik dan dalam kategori layak konsumsi,” imbuhya.

Ditambahkan, DLH Gunungkidul hingga saat ini terus melakukan peningkatan Program Kali Bersih (Prokasih) dan mengkampanyekan perilaku hidup bersih kepada masyarakat agar bisa ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan sungai. Diantaranya melakukan pemberdayaan masyarakat untuk tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI