Libur Nataru, Arus Mudik Mulai Meningkat

WONOSARI, KRJOGJA.com – Arus mudik liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018 di Gunungkidul mulai terasa sejak dua hari yang lalu hingga Senin (17/12) kemarin. Seluruh bus malam reguler mulai terisi penumpang dengan peningkatan antara 15 hingga 20 persen. Puncak arus mudik liburan Nataru dari Jakarta, Bandung dan beberapa kota besar tujuan Kabupaten Gunungkidul diprediksi akan terjadi pada Minggu (23/12) mendatang.

"Peningkatan jumlah penumpang memang sudah terjadi meskipun belum begitu tinggi,” kata Ketua Paguyuban Bis Malam (Bisma) Gunungkidul Budiyono, Senin (17/12). Mereka datang dengan memanfaatkan armada bus malam hingga membuat seluruh ruas jalan antara Yogya-Wonosari maupun sebaliknya cukup padat. Seluruh bus malam regular yang jumlahnya ada 40 bus dan ratarata tiap bus mengalami peningkatan sekitar 20 persen. Mereka itu datang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Ledakan jumlah penumpang liburan Nataru diprediksi akan terjadi pada H4 Tahun Baru 2019 bertepatan dengan libur bersama. Khusus pemudik tahun baru menggunakan kendaraan pribadi biasanya terjadi pada minggu keempat bulan Desember. Karena itu kepolisian akan melakukan pengamanan dengan sandi Operasi Lilin Progo 2018.  Selain menerjunkan tim pengurai kemacetan sejumlah ruas jalan pada titik rawan kecelakaan akan dilakukan pengamanan.

Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Mega tetuko SIK ketika dihubungi terpisah membenarkan volume pengguna Jalan Wonosari-Yogya maupun Wonosari-Pacitan, Wonosari-Wonogiri mulai meningkat hampir dua kali lipat dari biasanya. Kepadatan arus lalu-lintas ini selain dari mobil perantau yang akan pulang kampung ke Gunungkidul, Wonogiri Selatan, Jawa Tengah juga arah
Pacitan, Jawa Timur.

Terkait dengan kepadatan arus lalu-lintas ini kepolisian akan mendirikan pos pengamanan yakni dari tikungan Hargodumilah (Slumprit) hingga ruas Jalan Bajinglemu Kecamatan Tepus. "Selama terjadi kepadatan arus lalu-lintas kecelakaan bisa dicegah baik di jalan utama Wonosari-Yogya maupun di kawasan blank spot bisa diantisipasi,” imbuhnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI