Lima Kecamatan di Gunungkidul Kehabisan Dana Droping Air

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dari 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, lima kecamatan sudah kehabisan dana droping air bersih. Masing-masing Kecamatan Patuk, Paliyan, Purwosari, Tanjungsari dan Tepus.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki SH MSi mengatakan, jumlah penduduk yang kesulitan air tersebar di 81 desa, 433 pedukuhan, 38.665 KK. Adapun yang berada di lima kecamatan yang anggaran habis, ada 26 desa, 203 pedukuhan, 18.812 KK dan 64.890 jiwa.

“Wilayah Gunungkidul bagian tengah dan utara yang biasa tidak kekeringan ada yang sudah minta bantuan air. Mudah-mudahan hujan turun pada pertengahan November,” harapnya.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) telah meramalkan hujan di Gunungkidul akan jatuh pada minggu pertama November, tetapi kekeringan terasa semakin menghujam. Kekeringan yang terjadi di 5 kecamatan, beruntung warga masih terbantu pihak ketiga sumbangan air bersih.

“Kecamatan yang sudah kehabisan anggaran dapat menyalurkan bantuan dari para dermawan. Kecamatan Paliyan misalnya, walaupun anggaran habis, tetapi ada bantuan 200 tangki dari pihak ketiga. Sehingga mobil tangki kecamatan tetap dapat menyalurkan air kepada penduduk yang kesulitan air bersih,” kata Edy Basuki.

Camat Tepus Alsito SSos membenarkan anggaran droping yang tersedia sudah habis. Bantuan pihak ketiga mengalir banyak, terutama pada Sabtu dan Minggu, jumlah sementara melalui kecamatan 300 tangki. Sedangkan bantuan dermawan juga banyak yang langsung disampaikan ke masyarakat.

Jika tidak dibantu tangki swasta, pemerintah kecamatan sudah kesulitan untuk mendistribusikan bantuan. Karena kecamatan hanya mempunyai 1 tangki yang sehari hanya dapat mengirim 5 tangki.

”Setelah dilakukan koordinasi dengan tangki swasta di Kecamatan Tepus, terdapat 10 tangki swasta dan 1 tangki pemerintah. Artinya sehari dapat mendistribusikan bantuan air sebanyak 55 tangki,” tambahnya.

Bantuan pihak ketiga juga masuk ke Kecamatan Paliyan, jumlah sementara mencapai 200 tangki. Camat Tanjungsari Rakhmadian Wijayanto AP MSi menuturkan, meskipun dana habis, kecamatan masih menyalurkan bantuan dari pihak ketiga, jumlah sekitar 600 tangki. Pemerintah Kecamatan Tanjungsari hanya mengatur lokasi distribusi bantuan agar tidak terjadi tumpang tindih.

Selain melakukan pemantauan pemerintah kecamatan juga menerima surat tanda terima bantuan dari pedukuhan atau kelompok masyarakat. “Tanda terima ini kami laporkan ke BPBD Gunungkidul,” jelasnya.

Bantuan serupa juga diterima kecamatan lain yang sudah kehabisan anggaran, seperti di Patuk dan Purwosari. Edy Basuki menyebutkan, seandainya anggaran kecamatan habis dan tidak ada bantuan pihak ketiga, BPBD masih mempunyai anggaran sebesar Rp 190 juta.

Artinya, habisnya dana droping di beberapa kecamatan ini tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Hanya harapannya ke depan seluruh bantuan pihak ketiga minimal dilaporkan kepada pemerintah. Sehingga dapat terpantau dan dilakukan pengaturan distribusinya. (Ewi/Ded)

BERITA REKOMENDASI