Longsor dan Angin Kencang di Gunungkidul, 3 Rumah Rusak

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJOGJA.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Gunungkidul, Kecamatan Nglipar, Semin dan menyebabkan terjadinya bencana longsor dan angin kencang, Minggu  (8/12) malam. Hujan deras disertai angin kencang yang  melanda Kecamatan Nglipar menyebabkan  rumah milik Dwijo Winoto (63) warga Ngadirejo RT 02/06, Desa Natah rusak parah disapu angin.  

Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Daguran Kidul RT 01/07, Desa Beji, Kecamatan Ngawen, yang mengakibatkan rumah Ny Tupon (80) warga setempat hampir roboh dan pemiliknya diungsikan. Sedangkan bencana longsor yang terjadi di  Kecamatan Semin menyebabkan salah satu rumah milik  Muhaini  (50)  warga Desa Pundungsari, ikut roboh.

“Longsor terjadi akibat talud dipekarangan rumah  korban dan meluas sekitar rumah hingga roboh,” kata salah satu [etugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Gunungkidul Supriyono, Minggu (8/12).

Informasi di lokasi kejadian menyatakan, sebelum bencana terjadi, sejak sore hari ketiga kecamatan tersebut diguyur hujan cukup deras disertai anginj kencang. Warga yag mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya menyelamatkan diri sehingga masing-masing rumah dalam  keadaan kosong, Baik angin kencang  disertai hujan deras di Kecamatan Nglipar dan Ngawen selain menyebabkan kedua rumah rusak akibat tersapi angin, juga ditemukan terdapat sejumlah pohon tumbang. Dari pendataan BPBD pascabencana terjadi tidak ada satupu pohon tumbang menimpa rumah.

“Hanya merintangi jalan dan langsung dilakukan evakuasi dari BPB dan Tagara maupun relawan," imbuhnya.

Sementara bencana longsor yang terjadi  di Kecamatan Semin berujung longsor di Dusun  Pijenan, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin. Sebuah talud yang di sekitarnya dihuni keluarga Muhani ambrol dan meluas hingga bangunan dapur dan menyebabkan rumah tersebut roboh. Bangunan talud  yang longsor tersebut setinggi lima meter dengan panjang lima meter tidak kuat menahan derasnya aliran air.

"Lantaran jarak antara rumah dengan talud, ambrol menjadi petaka bagi  keluarga Muhaini yang  sebagian rumahnya ambruk,“ Saat ini pemilik rumah  rekomendasikan untuk mengungsi karena kondisinya cukup berbahaya. Dan berpotensi terkena longsor susulan,” ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki MSi memita pada awal musim penghujan ini meningkatkan kewaspadaan. Karena awal pergantian tahun sering terjadi cuaca ekskrem yang ditandai dengan hujan deras disertai angin yang berpotensi menimbulkan bencana. “Kami sudah lakukan imbauan kepada masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana meningkatkan kewaspadaan,” terangnya. (Bmp)

 

BERITA REKOMENDASI