Longsor di Gunungkidul, 7 Rumah Tertimbun

Editor: KRjogja/Gus

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Gunungkidul awal tahun ini menimbulkan fenomena alam terjadinya tanah ambles dan terbelah di Dusun Brongkol, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (7/1) malam. Tanah ambles di pekarangan rumah milik Suyanto (60) warga Brongkol itu juga diikuti longsor dan banjir dan material longsoran yang menutup jalan dan menimbun 7 rumah warga.

"Tanah sepanjang 16 meter dengan lebar dan kedalaman mencapai sekitar 3 meter, ambles," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki MSi, Rabu (8/1).

Menurutnya, ketujuh rumah yang terkena dampak longsor yakni milik Ngatimin (56), Karsorejo (60), Rakijo (55), Paidin (59), Ny Tamiyem (51) dan rumah milik Mento Kromo (65). Tidak ada korban dalam peritiwa ini, hanya saja warga khawatir jika hujan deras terjadi tanah ambles susulan yang berpotensi mengancam permukiman warga.

Sebelum kejadian tanah ambles, sejak siang hari hujan cukup deras dan mendekati tengah malam warga mendengar suara seperti ledakan. Setelah diperiksa ternyata tanah di samping pekarangan rumah Suyanto ambles cukup panjang mencapai 16 meter dengan kedalaman dan lebar mencapai 3 meter.

"Tindakan antisipasi sudah kami lakukan bersama warga melakukan kerja bakti mencegah jangan sampai tanah yang ambles semakin luas," ujar Sugiyono dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul.

Belum diketahui pasti penyebab tanah ambles yang ditengarai paling parah, sepanjang yang terjadi di Kecamatan Tepus. Dugaan sementara karena lapisan tanah yang dimungkinkan di bawahnya terdapat 'luweng' maupun tanah berongga tidak kuat menahan gerusan banjir. Yang dikhawatirkan warga, jika hujan deras terus terjadi akan menimbulkan potensi ambles susulan. Karena itu warga berharap pemerintah mengambil langkah antisipasi agar jika terjadi ambles susulan tidak menimbulkan korban.

"Saat ini BPBD sudah menyiapkan bronjong dan bambu untuk mencegah ambles susulan, selain itu bahan logistik untuk kebutuhan kerja bakti masyarakat maupun relawan," ucapnya.

Edy Basuki mengingatkan kepada warga yang bermukim di kawasan rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan. Karena dalam seminggu terakhir saat terjadi peningkatan curah hujan sudah menimbulkan kerugian akibat bencana alam baik longsor, banjir maupun angin kencang. "Kami sudah mengimbau masyarakat untuk  terus meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari bencana," ucapnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI