Longsor Mengancam, 20 Unit ’Early Warning System’ Rusak

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul telah melakukan kajian terkait dengan potensi longsor di sejumlah wilayah menjelang musim hujan.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik wilayah dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan dan penanganan daerah rawan longsor terutama di Kecamatan Gedangsari, Patuk, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. Saat ini terdapat 20 dari sebanyak 30 unit sarana peringatan dini Early Warning System    (EWS) rusak.

Adapun beberapa wilayah yang telah dipetakan terus dilakukan pemantauan saat menjelang musim penghujan saat ini. "Keenam kecamatan tersebut merupakan wilayah potensial rawan longsor," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki MSi Rabu (13/11).

Kondisi geografis keenam kecamatan tersebut berada di kawasan perbukitan zona utara berbatasan   dengan Kabupaten Sleman, Klaten dan Wonogiri, Jawa Tengah dengan memiliki ketinggian dan kemiringan kawasan permukiman rawan longsor. Sebagai antisipasi dan mengurangi risiko longsor, selain melakukan peningkatan intensitas penyuluhan juga melakukan pembekalan tentang mitigasi. Selain itu juga  mengoptimalkan dan secara rutin Tim Reaksi Cepat BPBD melakukan pengecekan lokasi sarana peringatan dini khusus bencana longsor.

”Untuk kajian ini kita targetkan selesai akhir November," imbuhnya. Dari hasil pengecekan lapangan,    di kawasan yang telah dipetakan oleh petugas terdapat 30 Early Warning System longsor yang telah terpasang, namun terdapat 20 yang rusak. Adapun kerusakan rata-rata karena kom-ponen accu, tiang ambruk dan kerusakan yang sudah tidak dapat diperbaiki.

Terkait dengan kerusakan ini pihaknya berkoordinasi dengan BPBD DIY serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana agar bisa memberikan solusi terhadap kerusakan EWS ini. "Terbanyak kerusakan   memang parah dan harus diganti,” ucapnya.

Menurutnya, keberadaan EWS memang cukup vital lantaran sebagai pertanda awal datangnya bencana longsor. Sehingga masyarakat yang berada di lokasi rawan longsor akan segera menyelamatkan diri sebelum tertimpa tanah longsor.

Adapun desa yang saat ini telah terpasang EWS antara lain Desa Giritirto, Giripurwo, Girijati, Giricahyo Kecamatan Purwosari. Desa Tancep, Sambirejo, Kampung Kecamatan Ngawen. Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong. Desa Sampang, Watugajah dan Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari. Desa Patuk, Terbah  dan Putat Kecamatan Patuk. Desa Candirejo danSemin Kecamatan Semin, serta Desa Kedungpoh Kecamatan Nglipar. (KR)

 

BERITA REKOMENDASI