Luweng Anyar di Semanu Ambles Lagi

Editor: KRjogja/Gus

GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) – Fenomena tanah 'ambles'sebagai dampak Badai Siklon Tropis Cempaka di kawasan Luweng Blimbing atau Luweng Anyar di Dusun Ngampo, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta makin meluas. Kedalaman tanah ambles juga meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.

Akibat hujan cukup deras hampir tiga hari berturut-turut, Luweng Blimbing yang sebelumnya ambles sedalam 100 meter dengan luas sekitar 1 hektare (ha), kini meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. Kedalamannya menjadi sekitar 200 meter dengan luas mencapai 3 ha lebih. 
"Yang menarik, air dalam danau yang semula menggenangi luweng, kini menghilang. Tetapi di kedalaman luweng sekitar 200 meter justru ditemukan sungai dan suara banjir terdengar di sekitar luweng," kata Suryono (37) dan Sunar (42) warga setempat kepada KR

, Senin (22/1).

Meluasnya tanah ambles sekitar Luweng Blimbing yang oleh warga sekitar disebut sebagai Luweng Anyar ini tidak diduga sebelumnya. Beberapa kali diguyur hujan tetapi tidak berdampak terhadap bertambahnya luas maupun kedalaman luweng yang ambles. Bahkan selama satu bulan lebih tempat ini menjadi objek wisata baru.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono SSos menyatakan, meskipun sekitar luweng tidak ditemukan permukiman, tetapi warga tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Sekitar lokasi Luweng Blimbing merupakan tanah ladang milik pribadi maupun pemerintah yang kini dikelola masyarakat untuk kegiatan becocok tanam. 

Camat Semanu Huntoro PW SH membenarkan warganya diimbau untuk waspada. Terlebih dari hasil pengecekan di lapangan luas tanah ambles

sekitar Luweng Blimbing dinilai sangat cepat. Jika semula jarak dengan Luweng Tumbul hanya sekitar 500 meter, kini menjadi hanya berjarak 100-150 meter. Bahkan di Luweng Tumbul, juga terjadi longsor. Gugusan longsor akibat hujan semakin memperpendek jarak antara Luweng Blimbing dan Tumbul. "Yang kita khawatirkan jika hujan deras terus-menerus, bisa berdampak menyatukan antarluweng, Blimbing dan Tumbul," katanya. (Bmp/Ded)

 

BERITA REKOMENDASI