Makanan Berformalin Ditemukan di Pasar Argosari

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi DIY melakukan pengecekan dan pemeriksaan makanan yang beredar dan dijual di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul. Dari belasan sampel makanan yang diujilab ditemukan 3 jenis makanan mengandung bahan berbahaya yakni formalin.

”Setelah kami ujilab, jenis teri nasi, ikan asin dan cumi positif mengandung formalin,” kata Salah satu petugas dari Bidang Informasi dan Komunikasi, BBPOM) DIY, Wulandari.

Baca juga :

Hari Juang TNI AD, Korem 072/Pamungkas – ACT DIY Bersinergi
Realisasi Penyaluran Kredit Tembus Rp 936 M

Kandungan formalin merupakan bahan kimia yang sebenarnya tidak dipergunakan bagi makanan dan fungsinya digunakan sebagai pengawet mayat. Sehingga jika seseorang terlalu sering mengonsumsi makaan yang mengandung formalin, tentu dapat berdampak terhadap kesehatan dan berpotensi memicu penyakit kanker.

Meskipun terdapat temuan zat berbahaya pada makanan yang masih beredar, saat ini kesadaran pedagang dan produsen sudah ada kemajun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dalam setiap operasi yang dilakukan, memang masih selalu ditemukan makanan yang mengandung zat pewarna berbahaya seperti rhodamin maupun jenis lainnya. ”Untuk kali ini makanan mengandung zat pewarna berbahaya tidak kita temukan,” ujarnya.

Dengan dilakukannya sidak ini diharapkan menggugah kesadaran masyarakat dan produsen dalam penggunaan campuran makanan. Misalnya agar lebih awet bisa menggunakan campuran kanji atau menggunakan bahan yang aman lainnya. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih jeli kembali dalam membeli makanan. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI