Memasuki Pancaroba, Bencana Angin Kencang Mengintai

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Memasuki musim pancaroba yang berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) biasanya ditandai dengan cuaca ekstrem dan berpotensi terjadinya hujan deras menimbulkan bencana alam longsor dan angin kencang harus terus diwaspadai. Untuk Kabupaten Gunungkidul terdapat tiga jenis bencana alam yang harus selalu diwaspadai yakni longsor, angin kencang dan banjir.

Pemetaan daerah-daerah berpotensi terjadi bencana sudah dilakukan pemkab dengan sosialisasi tentang mitigasi dan peningkatan kewaspadaan terhadap desa agar memiliki ketangguhan mengantisipasi dan penanganan bencana alam. ”Saat ini terdapat lebih 50 desa tangguh bencana dan jumlah ini akan terus kita tingkatkan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki MSi.

Baca juga :

Danais Rp 1,32 Trilyun Harus Sejahterakan Masyarakat DIY
Suhu Panas Landa DIY, Ternyata Ini Sebabnya

Untuk tahun ini jumlah desa tangguh bencana bertambah menjadi Sembilan desa di antaranya, Desa Songbanyu, Jepitu, Karangawen (Girisubo), Watusigar (Ngawen) dan Giricahyo (Purwosari). Sedangkan empat desa lainnya meliputi Siraman (Kecamatan Wonosari), Serut (Patuk), Bejiharjo (Karangmojo) dan Desa Beji (Ngawen).

Sedangkan rencana untuk tahun depan, jaringan desa tangguh bencana akan ditambah lagi sebanyak enam desa. Untuk warga yang bermukim di daerah rawan longsor, banjir dan angin kencang diminta meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadinya bencana alam. ”Kita sudah sosialisasikan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.

Sementara hasil pemetaan bencana angin kencang di Kecamatan Semanu, Wonosari, Playen dan Kecamatan Paliyan. Terhadap desa-desa rawan bencana angin diminta melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang berpotensi terkena dampak angin kencang.

Pohon tumbang biasanya terlalu rimbun dan banyak dahan dan ranting yang sudah berusia tua agar dilakukan pemangkasan. Daerah rawan longsor yakni Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Kecamatan Ponjong.

Daerah rawan banjir di sepanjang bantaran Sungai Besole, Sungai Katongan, Watusigar, Sungai Oyo, Sungai Besole Baleharjo, sepanjang Bantaran Sungai Siraman dan sebagian berada di pusat Kota Wonosari. ”Pemetaan sudah kami lakukan dan masyarakat sudah diminta waspada menghadapi musim pancaroba ini,” ucapnya.

Sementara terkait dengan suhu udara dalam beberapa hari terakhir dirasakan cukup panas. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu pada siang hari dapat mencapai 32 derajat celsius. Sementara suhu minimum pada malam sampai pagi hari berkisar 23-24 derajat celsius.

Berdasarkan rilis Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Etik Setyaningrum cuaca panas ini disebabkan adanya kandungan uap air (RH) yang cukup besar di udara. Hal ini menyebabkan proses penguapan hingga pembentukan awan hujan yang sedikit.

”Kondisi ini menyebabkan radiasi balik bumi ke atmosfer tertahan awan. Akibatnya tidak bisa keluar bebas ke angkasa tetapi dipantulkan kembali ke bumi dan menimbulkan suhu panas,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI