Mendes PDTT Ingin Kampus Berkontribusi Untuk Desa

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJOGJA.com – Menteri Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Drs. Abdul Halim Iskandar, M.Pd mengungkapkan, kampus sekarang harus memikirkan desa karena Kemendikbud telah merekomendasikan agar kampus masuk ke desa.

Pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) di kampus harus dioptimalkan. Tidak hanya mahasiswanya saja, tetapi dosen juga harus turun.

“Hal yang paling mendesak yakni memberikan pendampingan kepada lurah maupun kalurahan dalam perencanaan pembangunan desa,” kata Abdul Halim Iskandar di acara Dialog Mendes PDTT dengan Lurah yang diselenggarakan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di kompleks Telaga Jonge, Kalurahan Semanu, Sabtu (27/06/2020).

Sebelumnya Mendes PDTT meninjau pembangunan Kampus UNY di Kalurahan Pacarejo, Semanu. Mendes PDTT juga memastikan dana desa 2021 tetap berjalan

Kegiatan dihadiri Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd, Bupati diwakili Assek Drs Sigit Purwanto, Forkompimda, kepala dinas terkait dan undangan.

Diungkapkan, fasilitasi penting, agar pembangunan memiliki kesinambungan. Saat perencanaan memiliki tolak ukur yang jelas, kalurahan dapat mempertanggungjawabkan dengan baik. Lurah harus memiliki gambaran konkrit selama lima tahun ke depan. Sehingga tercipta dan mendorong terwujudnya desa mandiri.

“Termasuk memberikan fasilitasi kepada lurah dalam memperoleh pendidikan. Kurikulumnya nanti diserahkan kepada kampus,” imbuhnya.

Sementara itu Rektor UNY, Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd menambahkan, UNY sedang merancang peningkatan SDM baik lurah maupun pamong. Nantinya akan ditingkatkan setara sarjana maupun diploma.

Kalurahan menurutnya ini bisa diibaratkan negara kecil. Sehingga hadirnya kampus UNY di Gunungkidul juga dalam rangka mendukung peningkatan SDM.

Sekarang ini juga masih berjalan untuk penerimaan mahasiswa baru. Karena kerjasama dengan pemerintah daerah, terdapat kuota 50 persen untuk masyarakat Gunungkidul.

Forum Solidaritas Lurah Gunungkidul Heri Yulianto menuturkan, kegelisahan lurah terjawab sudah jika memang dana desa masih akan tetap berjalan. Karena selama ini dana desa sangat banyak manfaatnya, termasuk pembangunan kawasan wisata Telaga Jonge ini. Selain itu masih banyak lagi dimanfaatkan di Goa Pindul, Nginggrong hingga Nglanggeran. (Ded)

 

BERITA REKOMENDASI