Menristekdikti Dorong Makanan Tradisional Masuk Bandara

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI, KRJogja.com – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Prof H Muhammad Nasir PhD AK mengungkapkan, pemasaran menjadi hal penting setelah adanya produk. Oleh sebab itu, teknologi pengalengan yang dilakukan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (BPTBA LIPI) harus didukung permasaran yang baik. 

Pengalengan untuk makanan tradisional yang sudah dilaksanakan di Gunungkidul ini umurnya mencapai 1 tahun. “ Oulet yang paling baik adalah Bandara. Karena pemasarannya sangat cepat sekali,” kata Muh Nasir di BPTBA LIPI Gading, Playen, Jumat (13/07/2018).

Dalam kesempatan tersebut Menristekdikti juga meresmikan BPTBA LIPI menjadi Pusat Unggulan Iptek Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional. Kegiatan dihadiri Wabup Dr H Immawan Wahyudi, Bank Indonesia, Wabup Luwu Utara, Walikota Payakumbuh dan binaan BPTBA LIPI Gunungkidul. Diungkapkan, pemasaran juga dapat melalui kerjasama dengan toko modern maupun online. Teknologi yang dikembangkan LIPI ini sangat baik. Selain umur pengalengan sampai satu tahun, kini banyak dimanfaatkan masyarakat. Sehingga mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “  Harus diperhatikan benar UMKM memperoleh manfaat dari teknologi ini. Sehingga makanan tradisional akan memperoleh nilai tambah,” imbuhnya.

Kepala BPTBA LIPI Hardi Julendra menambahkan, pengemasan makanan tradisional merupakan salah satu teknologi BPTBA LIPI. Teknologi ini telah melalui tahap riset pengemasan makanan tradisional sejak 2004 dan mulai dipergunakan oleh masyarakat. Khususnya Usaha Kecil Menengah sejak 2009. Hal ini menjadi solusi bagi UKM kuliner makanan tradisional. “ Sekarang sudah dikembangkan untuk  makanan tradisional diantaranya gudeg jogja, gudeg solo, rawon, brongkos, sayur lombok ijo, mangut lele, rending dan tempe bacem,” imbuhnya. (Ded)

 

BERITA REKOMENDASI