Monyet Ekor Panjang Mulai Masuk Permukiman Warga Gunungkidul

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Dampak kemarau panjang di kawasan selatan Kabupaten Gunungkidul dirasakan kawanan satwa liar monyet ekor panjang yang kini tinggal di sejumlah lereng perbukitan. Sudah hampir satu bulan ini kawanan monyet ekor panjang turun dari habitatnya memasuki kawasan permukiman lantaran persediaan makanan pada habitatnya sudah habis.

“Lantaran kehabisan makanan, banyak monyet ekor panjang mengganggu tanaman dan masuk ke permukiman,” kata salah satu anggota Komunitas Manah Ati yang bergerak di bidang pelestarian satwa, Eko Ari Prasetyo.

Baca juga :

1.200 Ekor Monyet dari Gunungkidul Bakal Diekspor
56 Desa di Gunungkidul Bakal Gelar Pilkades Serentak

Untuk mencegah monyet ekor panjang turun ke permukiman dan merusak tanaman milik warga, Komunitas Manah Ati dan warga menyediakan makanan dan minuman bagi monyet ekor panjang tersebut. Biaya diperoleh dari hasil pengumpulan iuran anggotanya dan sudah dilakukan sejak akhir September lalu dengan membuat bak untuk menaruh makanan berasal dari buah-buahan di kawasan Hutan Sodong, Karangasem Kecamatan Paliyan, Gunungkidul.

Selain menyediakan makanan dan minuman di Hutan Sodong, juga dilakukan di Dusun Blondo, Karangduwet, Paliyan dan di Desa Jetis Kecamatan Saptosari. Selain makanan dari buahbuahan juga air untuk minum. Tujuannya agar monyet-monyet itu tidak kelaparan dan tidak masuk ke pemukiman warga.

Sebelumnya warga juga menemukan sejumlah kasus kematian monyet ekor panjang yang mati diduga karena kelaparan. ”Diduga, karena tidak ada sumber makanan dan air banyak monyet ekor panjang mati,” ucapnya.

Populasi monyet ekor panjang saat ini cukup banyak. Bahkan tidak hanya di kawasan selatan meliputi Kecamatan Girisubo, Rongkop, tepus, Tanjungsari, Saptosari, Paliyan dan Panggang, tetapi monyet ekor panjang juga banyak ditemukan di Kecamatan Ponjong dan Semin. Rencananya pemerintah akan mengekspor satwa tersebut ke sejumlah negara dengan tujuan untuk mengurangi populasi. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI