Monyet Ekor Panjang Rusak Tanaman Petani Gunungkidul

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Serangan monyet ekor panjang kembali menyerang tanaman pangan di kawasan pesisir selatan Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul. Puluhan hektare tanaman milik petani dijarah ribuan kera dan terancam hingga menimbulkan kerugian petani.

Mengantisipasi meluasnya serangan dan kerugian petani, Pemerintah Kalurahan Kemadang menjalin kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk melakukan penanganan. “Serangan monyet ekor panjang lama terjadi dan saat musim seperti sekarang, petani harus merugi lantaran sebagian tanaman rusak diserang monyet ekor panjang,” kata Lurah Kemadang, Sutono.

Berdasarkan pemetaan wilayah serangan yang dilakukan, selama ini lahan yang diserang monyet ekor panjang di Kalurahan Kemadang mencapai 30 hektare. Selama ini, para petani mengantisipasi serangan tersebut dengan cara-cara manual dengan cara dihalau.

Seperti misalnya dipasang jaring maupun dengan menunggui ladang secara bergantian, namun, semakin banyaknya dan membuat para petani kewalahan. Belum lama ini, Kalurahan menerima kunjungan dari BKSDA dan Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) dan akan bekerjasama untuk mengatasi serangan monyet ekor panjang yang terjadi di wilayah Kemadang. ”Rencananya BKSDA dan KKH akan mendatangkan pawang Suku Badui agar populasinya tidak semakin banyak,” ujarnya.

Habitat monyet ekor panjang di Kapanewon Tanjungsari ini banyak ditemukan di sekitar Pantai Kukup, Baron dan beberapa pantai di Kapanewon Tanjungsari. Serangan monyet ekor panjang juga terjadi di Kalurahan Purwodadi Kapanewon Tepus, Panggang dan Saptosari. Tetapi populasi terbanyak selama ini berada di Kapanewon Tanjungsari dan Tepus.

Untuk mengantisipasi meluasnya serangan monyet ekor panjang para petani di kawasan Pantai Selatan Tepus, Tanjungsari, Saptosari dan Kapanewon Panggang hanya dengan cara dihalau. Sementara Pemkab Gunungkidul selama ini juga berupaya untuk memperbaiki habitat dengan melakukan penanaman tanaman buah-buahan. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI