Musim Penghujan, Penyakit Leptospirosis Mengintai

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Puncak musim penghujan, masyarakat diminta mewaspadai sejumlah penyakit terutama yang ditularkan melalui hewan dan salah satu penyakit yang wajib diwaspadai adalah penyebaran virus Leptospirosis yang ditularkan hewan jenis tikus.

Leptospirosis memang cukup berbahaya lantaran bisa mengakibatkan kematian. Aktivitas masyarakat di areal sawah sangatlah rawan terjangkit penyakit ini.

”Penularan Leptospirosis tidak hanya secara langsung dari kencing tikus, melainkan bisa dari sapi, kucing dan hewan lain yang positif terjangkit Leptospirosis,” kata Fungsional Entomolog Kesehatan, Bidang Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Gunungkidul, Eko Mujiarto.

Dari hasil kajian, pada Januari hingga Maret, menjadi bulan paling rawan persebaran penyakit mematikan ini. Pasalnya intensitas curah hujan cukup tinggi dan aktivitas masyarakat khususnya dalam bidang pertanian berada di masa-masa padat.

Saat ini, sudah ada 1 orang warga yang meninggal akibat terjangkit penyakit Leptospirosis. Sementara pada 2017 lalu terdapat 64 kasus di mana beberapa orang korban di antaranya meninggal dunia. Beruntung berkat upaya keras dari jajaran pemerintahan maupun masyarakat jumlah kasus berhasil ditekan. ”Kita berharap kasus ini bisa dicegah,” imbuhnya.

Untuk tahun 2018 lalu terjadi 16 kasus dan dari jumlah tersebut 1 orang penderita meninggal dunia. Sementara pada awal tahun 2019 ini dilaporkan terdapat 3 kasus Leptospirosis dan dari tiga kasus yang ada, satu korban dinyatakan meninggal dunia karena terlambat mendapatkan perawatan.

Untuk mengantisipasi hal itu, Dinkes Gunungkidul berupaya memaksimalkan fungsi Puskesmas untuk melakukan deteksi dini, sehingga permasalahan yang terjadi segera dapat diatasi secara tepat. Indikasi awal serangan leptospirosis, gejalanya seperti terserang tifus, jadi puskesmas harus bisa mendeteksi dini sehingga tindakan pengobatannya bisa berlangsung cepat agar tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya mengatakan sampai saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi pada masyarakat membiasakan pola hidup sehat. Virus tersebut mudah sekali menular dari kondisi lingkungan serta pola hidup tidak sehat.

Pemkab Gunungkidul juga menjalin bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna menanggulangi penyakit menular yang disebabkan oleh hewan termasuk tikus. ”Pencegahan untuk penyakit leptospirosis khusus untuk petani maupun nelayan harus dilakukan agar terhindar dari penyakit tersebut,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI