Nelayan Pesisir Selatan Gunungkidul Mulai Melaut

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Setelah berbulan-bulan dilanda paceklik ikan, nelayan Pantai Sadeng Kecamatan Girisubo dan Pantai Baron Kecamatan Tanjungsari, mulai panen ikan. Di Pantai Sadeng, kapal Inka Mina yang pertama mendarat mampu membawa pulang ikan sebanyak 8 ton.

Jenis ikan hasil tangkapan berupa bebi tuna, cakalang, layang dan sebagainya. Sementara untuk harga bebi tuna Rp 22.000 perkilogram, cakalang Rp 18.000 dan ikan layang Rp 17.000.

”Untuk jenis cakalang dan bebi tuna dijual ke Surabaya. Sedangkan ikan jenis lain dijual ke Solo, Yogya dan Jateng,” kata Kepala Seksi Operasional dan Kesyahbandaran Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPPI) Pantai Sadeng, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Sarino SP MM.

Ditambahkan, jumlah kapal besar 30 GT dan 40 GT sebagian besar masih berada di laut. Jika hasil tangkapan kapal Inka Mina yang pertama mendarat dapat menjadi patokan, maka dalam waktu satu atau dua hari ini nelayan Pantai Sedeng bakal panen raya ikan.

”Meski nantinya puluhan ton ikan membanjiri Tempat Penjualan Ikan (TPI) Sadeng, namun kecil kemungkinan terjadi penurunan harga mengingat permintaan ikan laut cukup tinggi,” katanya.

Panen ikan juga dialami nelayan Pantai Baron Kecamatan Tanjungsari. Setelah lama paceklik ikan, menurut Marjono salah seorang nelayan di Baron, dalam beberapa hari terakhir nelayan akan mulai mendapatkan hasil tangkapan.

Berbeda dengan di Sadeng ikan hasil tangkapan nelayan Baron masih campur-campur. Ada cakalangan, bawal dan ikan-ikan kecil yang lain. Hari ini (kemarinRed) ada 7 kapal yang turun ke laut dengan hasil rata-rata 40 kg per kapal. ”Mudah-mudahan awal dari berakhirnya paceklik ikan,” ujarnya. (Ewi)

BERITA REKOMENDASI