Ngadiono Bakal Gugat KPU

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul yang mencoret nama Ngadiono, caleg Partai Gerindra Gunungkidul, dari daftar calon tetap (DCT) masih berbuntut panjang. Ngadiono tetap berupaya lewat jalur untuk mendapatkan keadilan. Ngadiono yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan DPRD Gunungkidul akan menempuh jalur hukum dengan melayangkan gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Pendaftaran gugatan ke PTUN sudah kami lakukan dan diharapkan dapat memperoleh keadilan,” tegas Ngadiono.

Langkah yang ditempuh tersebut dilakukan setelah lebih dahulu menjalin komunikasi langsung dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Sedangkan gugatan yang dilayangkan ke PTUN tersebut dengan materi menuntut pengembalian status dirinya masuk dalam DCT pada Pemilu 2019.

Ia mengklaim bahwa pihaknya mendapatkan dukungan penuh dari DPP untuk memperkarakan KPU Gunungkidul yang telah mencoretnya dari DCT, bahkan DPPjuga memberikan advokasi dengan memberikan bantuan kuasa hukum. “Saya mendapat bantuan hukum dari DPP Partai Gerindra,” imbuhnya.

Adapun latar belakang dari perlawanan hukum yang ia lakukan lantaran menilai keputusan atas pencoretan dirinya itu sebagai putusan yang cacat hukum. Pihaknya optimis mengikuti pemilu pada April 2019 mendatang. “Saya optimis akan memperoleh keadilan dan kembali dapat mengikuti pemilu mendatang,” ucapnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani menghormati langkah yang ditempuh Ngadiono tersebut dan mengaku siap mengikuti proses hukum yang nantinya akan berjalan. KPU juga akan mengikuti apapun hasil dari keputusan PTUN. Sebab apa pun keputusan PTUN, KPU akan menindaklanjutinya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI