Para Pengusaha Ini Bagikan Nasi Gudeg

WONOSARI, KRJOGJA.com – Meski banjir bandang dan longsor akibat siklon “Cempaka” akhir November 2017 lalu di kawasan Gunungkidul dan Bantul telah berakhir, namun tidak sedikit masyarakat yang masih merasakan dampaknya hingga saat ini. Gelombang bantuan dari berbahai pihak sampai kini terus mengalir baik disampaikan secara langsung maupun lembaga terpercaya.

Pasalnya, hingga kini kehidupan warga masyarakat terdampak belum pulih 100 persen karena bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang beberapa waktu lalu. Hal inilah yang lantas membuat Asosiasi Pengusaha Gudeg (Aspeg) DIY untuk melakukan blusukan langsung dan membantu para warga terdampak siklon tropis Cempaka, Senin (11/12/2017).

Ketua Aspeg DIY Moersa Sudarsono mengungkap pihaknya membawa 260 paket nasi gudeg dalam misi kemanusiaan kali ini. “Kami ingin berbagi dengan masyarakat terdampak siklon Cempaka menggunakan apa yang kami miliki dan kami bisa. Kami ini pengusaha gudeg maka kami membawa 260 paket gudeg untuk warga yang seluruhnya dikumpulkan dari para anggota,” ungkapnya pada KRjogja.com.

Nasi gudeg yang dibawa lantas dinikmati bersama warga yang memang hingga saat ini masih belum pulih secara normal kehidupannya.  Selain membawa hasil dapur, para pengusaha makanan khas Jogja ini juga membagikan lebih dari 200 paket sembako untuk warga masyarakat korban siklon Cempaka di dua wilayah yakni Umbulrejo den Genjahan, Ponjong Gunungkidul.

“Tidak banyak memang isinya hanya beras, gula pasir, minyak, susu dan teh namun harapan kami bisa membawa manfaat bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor khususnya di Umbulrejo dan Genjahan. Semoga kedepan kami bisa berbagi lebih banyak lagi,” sambungnya.

Aspeg sendiri hingga saat ini beranggotakan 50 lebih pengusaha dari seluruh wilayah DIY. Kegiatannya tak hanya mengkonsolidasikan pengusaha gudeg yang jumlahnya cukup banyak sebagai potensi DIY namun juga bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI