Pariwisata di Gunung Kidul Sukses Mengentaskan Kemiskinan

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Angka kemiskinan di Gunung Kidul bisa berkurang lebih hampir 3 persen karena pariwisata mulai menjadi topangan hidup masyarakat di Gunung Kidul.

"Kesadaran masyarakat tumbuh dan menggembirakan dalam menjaga pariwisata sebagai bagian denyut kehidupan," kata HJ Badingah Bupati Gunung Kidul saat menerima audensi Pengurus Pengda P3i DIY di ruang kerjanya, Kamis (5/10/2017).

Pengurus Pengda P3i DIY  Ketua Pengda P3i DIY  M Arief Budiman didampingi sekretaris M Rifqi  Fauzi,  dewan pertimbangan  H Wahyoe Widiyatmo, Djarot Soediroprono, Taufik Ridwan, Agustin mavindo, M Ibnu Winarto,  Bambang Supriyadi.  

Menurut Badingah, Di Gunung Kidul terdapat banyak obyek wisata alam yang tumbuh dan bermunculan, misalnya lebih 792 gua baru menjadi magnet wisata alam, belum lagi  75 pantai yang bermunculan dan dikelola masyarakat. "Kita menunggu investor yang serius membangun Gunung Kidul dan menyatu dengan kehidupan serta budaya masyarakat," kata Badingah sambil  berharap orang-orang periklanan, perusahaan EO dan dunia kreatif lain selalu berpartner dengan masyarakat, mendidik kesadaran masyarakat agar sadar promosi serta menjaga serius pariwisata untuk  jangka panjang.  

Sementara itu M Arief Budiman Ketua Pengda P3i DIY menyatakan organisasinya siap memback up promosi kreatif pariwisata."Kami berpengalaman menggarap promosi kreatif pariwisata dari  Aceh sampai Bali dan bisa menjadI juara dunia dan menaikkkan APBD sampai 153 persen," kata M Arief Budiman.

Masih menurut Arief, membangun branding promosi kreatif pariwisata dibutuhkan sinergi banyak pihak,  diantaranya pemerintah harius membuat masterplan untuk minimal 20 tahun ke depan dengan didasari riset dari berbagai hal, kemudian membangun kesadaran masyarakat akan kebutuhan jangka panjang bahwa bisnis pariwisata itu butuh waktu. "Pariwisata itu bukan menghasilkan secara instan," kata M Arief Budiman.

Sementara itu ketua Dewan Pertimbangan  Pengda P3i DIY Drs H Wahyoe Widiyatmo berharap banyak, pemkab Gunung Kidul membangun fasilitas memadai menuju destinasi wisata baru. "Kan pemerintah cuma menemukan destinasi kreatif pariwisata baru, yang mengelola masyarakat  dan stakeholder seharusnya membantunya," pungkasnya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI