Pasar Playen Segera Beroperasi

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Hasil revitalisasi Pasar Playen di Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Gunungkidul telah dinyatakan selesai dan akan mulai dioperasikan pada awal tahun 2020 dan diproyeksikan menjadi Pasar Standar Nasional Indonesia (PSNI) dan pasar percontohan di Kabupaten Gunungkidul. Pembangunan tahap satu dan tahap dua Pasar Playen ini berhasil diselesaikan sesuai target yakni pada akhir tahun 2019 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 7,8 miliar.

”Kini sedang dicarikan waktu yang tepat untuk pemindahan pedagang dari pasar darurat di lapangan Playen ke pasar hasil revitalisasi di Desa Ngawu,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Ari Setiawan.

Dengan fasilitas pasar pasca revitalisasi ini, Pasar Playen hampir memenuhi 44 kriteria yang ada yang menentukan standar tersebut. Mulai dari kios yang terpisah di masing-masing komponen, akses difabel, ruangan merokok dan lainnya.

Saat ini ketentuan untuk standar pelayanan kepada pengunjung sangatlah dibutuhkan dan mudah-mudahan segera bisa diwujudkan. Setelah penataan selesai, para pedagang nantinya diwajibkan membayar kontrak kios dan untuk kios diperhitungkan sewanya tiap meter persegi Rp 737.040, sementara per los per meter persegi yakni Rp 353.779.

Biaya sewa tersebut berlaku selama tiga tahun, sedangkan yang membedakan dengan pasar tradisional lainnya untuk pedagang sayur dan sembako langsung dari petani. ”Sehingga nantinya bisa menjadi rujukan wisatawan untuk belanja di pasar percontohan ini,” ucapnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko menambahkan, pasar Playen tersebut adalah satu diantara sekian pasar di Gunungkidul yang direvitalisasi pada tahun 2019 lalu. Diantara Pasar Karangijo Ponjong dan Pasar Jimbaran Ponjong.

Keluruhan pasar tersebut akan kembali beroperasi secara penuh pada tahun 2020 ini setelah proses pembangunan bisa dilakukan tepat waktu.”Saat ini masih dalam tahapan penataan pedagang, sebelum akhirnya difungsikan kembali,” pungkasnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI