Pegawai Dinkes Pensiun, Rekrut Tenaga Kontrak

WONOSARI, KRJOGJA.com – Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul setiap tahun berkurang sejalan dengan banyaknya ASN yang pensiun. Untuk tahun ini jumlah ASN yang pensiun sebanyak 38 orang.

Hal ini membuat Dinkes Gunungkidul akan mengalami kekurangan tenaga pegawai. Kurangnya jumlah pegawai ini akan menyulitkan strategi pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM). “Untuk mengantisipasi kami menyiapkan strategi rangkap jabatan dan akan melakukan perekrutan tenaga kontrak,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, kemarin.

Khusus tahun ini terdapat 38 ASN yang bekerja di Dinkes dan Puskesmas memasuki masa pensiun. Sedangkan pada tahun 2020 mendatang, akan kembali ada 37 orang yang meninggalkan kursi jabatannya karena hal yang sama. Sementara untuk jumlah formasi CASN tahun ini di bidang kesehatan Gunungkidul meskipun mendapatkan pengisian formasi baru tetapi diprediksi tidak semuanya terakomodir. Ada beberapa formasi yang kosong seperti dokter umum, spesialis gigi, nutrisionis, sanitarian, perawat dan apoteker.Idealnya antara yang keluar dan yang masuk harus berimbang (balance) tetapi realitasnya, yang keluar lebih banyak
daripada yang masuk,” ujarnya.

Dengan adanya ketimpangan antara ASN yang keluar dan masuk ini dinilai akan menyulitkan strategi pemenuhan SDM. Untuk mengantisipasi kekurangan tenaga pihaknya juga akan melakukan perekrutan tenaga kontrak. “Kalau SDM administrasi umum jika tidak ada formasi pengganti dari CASN maka solusinya rangkap pekerjaan. Sedangkan SDM fungsional tertentu seperti nutrisionis, perawat dan lainnya bila ada anggaran solusinya dengan merekrut tenaga kontrak,” ucapnya.

Kepala Dinkes Gunungkidul, dr Dewi Irawaty menambahkan, alokasi CASN tahun ini di bidang kesehatan diprediksi akan mengalami kekurangan. Setiap tahun, masa pensiun bagi pegawai di Dinkes Gunungkidul berjumlah belasan, belum termasuk tenaga kesehatan di puskesmas. “Untuk perekrutan CASN di Dinkes Gunungkidul sesuai analisis jabatan jadi kami tidak bisa
menentukan,” terangnya. (Bmp)

BERITA REKOMENDASI