Pelecehan Seksual Sasar Kalangan Pelajar

Editor: KRjogja/Gus

WONOSARI (KRjogja.com) – Kasus kekerasan seksual di Gunungkidul akhir-akhir ini menyasar kalangan pelajar. Tidak hanya siswa SMA, ada juga kasus menimpa pelajar SMP, bahkan anak TK. Mengantisipasi hal tersebut peranan orang tua dan semua pihak perlu ditingkatkan.

 

Keprihatinan muncul karena pelecehan seksual yang terjadi paling akhir di laporkan ke Polres Gunungkidul justru melibatkan oknum guru. “Semua pihak perlu melakukan langkah mencegah meningkatnya kekerasan seksual. Peranan orang tua, sekolah, dinas  dan pemda harus dimaksimalkan. Sehingga angka kekerasan seksual tidak semakin bertambah,” kata Thontowi Manajer Divisi Pengorganisasian Masyarakat dan Advokasi Rifka Annisa, Rabu (16/11/2016).

Diungkapkan, orang tua juga perlu mengawasi pergaulan anak. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memiliki dampak negatif apabila tidak dipergunakan dengan benar. Salah satunya kejadian pelecahan seksual tersebut ada yang melalui 'short message service' (SMS) nyasar maupun perkenalan lewat 'facebook'. Oleh sebab itu, orang tua tidak boleh gagap teknologi. Harus bisa membina dan mengawasi anaknya ketika memanfaatkan iptek yang kini berkembang cukup pesat. “ Pemberian peralatan 'handphone', gadget maupun yang lain perlu diawasi penggunaannya. Jangan sampai justru anak menjadi korban kekerasan seksual akibat teknologi tersebut,” ujarnya.

Thontowi menambahkan, fungsi pengawasan masyarakat juga perlu dilakukan. Artinya ketika warga mengetahui ada sepasang pasangan yang masuk ke kamar atau tindakan mencurigkan diharapkan untuk melapor. Maupun menegur pasangan tersebut. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mencegah terjadinya angka kekerasan seksual semakin meningkat. “Bahkan data di Polres Gunungkidul sampai sekarang sudah menangani sekitar 20 kasus kekerasan seksual,” jelasnya. (Ded)

BERITA REKOMENDASI